Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

DPR Kritik Belum Optimalnya Pengawasan Angkutan Laut

Pengawasan angkutan laut dinilai belum optimal, terbukti dari masih kerapnya kecelakaan angkutan di perairan Indonesia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Agustus 2019  |  13:59 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, KUPANG - Pengawasan angkutan laut dinilai belum optimal, terbukti dari masih kerapnya kecelakaan angkutan di perairan Indonesia.

Komisi V DPR RI mengkritik pengawasan pemerintah terhadap penyelenggaraan angkutan laut, menganggap mekanisme pengawasan pemerintah belum berjalan dengan baik sehingga kecelakaan dalam operasi angkutan laut masih sering terjadi.

"Khususnya terhadap pemeriksaan barang khusus dan barang berbahaya serta masih adanya data manifes penumpang yang simpang siur," kata Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis kepada wartawan di Kupang, Minggu (25/8/2019), menyusul terbakarnya KM Santika Nusantara di perairan Masalembo pada Kamis (22/8).

Pemerintah, ujar Fary, harus meningkatkan pengawasan terhadap penyelenggaraan angkutan laut serta pelayanan bagi pengguna moda transportasi laut.

"Peningkatan pelayanan di angkutan laut itu seperti penerapan x-ray scanning bagi kendaraan serta pemberlakuan sistem pembelian dan aplikasi tiket secara daring," tambah politisi Partai Gerindra itu.

Dia juga mengemukakan perlunya penerapan sistem konfirmasi keberangkatan seperti dilakukan dalam moda transportasi udara dan kereta api dalam transportasi laut.

Berkenaan dengan terbakarnya KM Santika Nusantara, ia mendesak Komite Nasional Keselamatan Transportasi dan Kepolisian segera menyelidiki sebab terjadinya kecelakaan dan menyampaikan hasilnya kepada publik sesuai peraturan perundang-undangan.

"Kami ingin agar kejadian seperti ini diusut sampai tuntas sehingga kejadian ini tidak berulang kembali ke depannya," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kecelakaan kapal

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top