Shell Indonesia Dorong Inovasi Teknologi di Bidang Energi

Direktur Pelumas PT Shell Indonesia Dian Andyasuri mengatakan Saat ini agenda perseroan adalah mencari peluang dalam pengembangan teknologi untuk mencari solusi dan inovasi sejalan dengan Revolusi Industri 4.0. Riset dan inovasi teknologi dinilai penting untuk menghadapi dunia yang terus berkembang dan tantangan energi di masa depan.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  16:16 WIB
Shell Indonesia Dorong Inovasi Teknologi di Bidang Energi
Shell Lubricants Indonesia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Shell Lubricants Indonesia mendorong inovasi teknologi di bidang energi melalui kompetisi Think Efficiency 2019.

Tahun ini, kompetisi Think Efficiency telah dimulai sejak 1 April 2019 dengan diikuti 140 lebih partisipan yang terdiri dari siswa sekolah menengah, mahasiswa, hingga kalangan profesional. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada Selasa (20/8/2019).

Direktur Pelumas PT Shell Indonesia Dian Andyasuri mengatakan Saat ini agenda perseroan adalah mencari peluang dalam pengembangan teknologi untuk mencari solusi dan inovasi sejalan dengan Revolusi Industri 4.0. Riset dan inovasi teknologi dinilai penting untuk menghadapi dunia yang terus berkembang dan tantangan energi di masa depan.

Dian mencontohkan dalam mengembangkan teknologi gass to liquid untuk pelumas, Shell setidaknya membutuhkan waktu hingga 40 tahun lamanya. Selama melakukan riset akan teknologi tersebut, Shell mengalami sejumlah hambatan hingga biaya kegagalan. Dari kondisi tersebut menurutnya sebuah inovasi penting untuk terus ditingkatkan.

“Riset vital untuk industri energi, kita selalu berpikir inovatif karena inovasi selalu penuh risiko,” katanya, Selasa (20/8/2019).

Vice Precident Techincal Shell Lubricants Indonesia Bambang Wahyudi mengatakan dari gelaran kompetisi Think Efficiency yang diadakan tahun lalu, Shell menerapkan salah satu teknologi peserta berupa teknik komputerisasi dalam menghemat energi di excavator pertambangan.

Saat ini, pelumas Shell juga menerapkan kaidah tribologi untuk meningkatkan efisiensi energi.

“Kalau kita bisa aplikasi tribologi dengan benar bisa saving 1 sampai 6 persen GNP, jadi betapa besarnya, gagasan ini [inovasi teknologi] ini mengingat belum banyak di Indonesia,” katanya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Ristek dan Perguruan Tinggi RI Ainun Naim mengatakan energi merupakan urusan vital karena menyangkut kebutuhan penting manusia. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk berimplikasi pada semakin meningkatnya kebutuhan energi.

Saat ini negara- negara di dunia semakin terdorong untuk mengembangkan energi baru terbarukan (EBT). Apalagi, cadangan minyak di berbagai sumber  yang dimiliki Indonesia terus berkurang.

“Kebutuhan energi Indonesia terus meningkat, kapasitas terbatas. Energi merupakan salah satu faktor yang menentukan dalam perkembangan kesejahteraan kita,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
shell

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top