KABAR PASAR 19 AGUSTUS: Optimistis tapi Hati-hati, Kebijakan Bank Sentral Jadi Fokus Pasar

Berita mengenai optimism pelaku usaha terhadap perekonomian nasional serta kebijakan bank sentral yan gmenjadi fokus pasar menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Senin (19/8/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 19 Agustus 2019  |  08:39 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai optimism pelaku usaha terhadap perekonomian nasional serta kebijakan bank sentral yan gmenjadi fokus pasar menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Senin (19/8/2019).

Berikut beberapa perincian topik utamanya:

Optimistis tapi Hati-hati. Arah kebijakan ekonomi pemerintah yang tertuang dalam Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo pada Jumat (16/8) membangkitkan optimisme pelaku usaha terhadap masa depan perekonomian nasional.

Kebijakan Bank Sentral Jadi Fokus Pasar. Pascapidato nota keuangan yang disampaikan Presiden Joko Widodo akhir pekan lalu, fokus investor saat ini dinilai kembali mengarah pada kebijakan moneter yang akan diambil Bank Indonesia dan bank sentral Amerika Serikat.

Raksasa Teknologi Tinggalkan China. Sejumlah perusahaan teknologi bersiap angkat kaki dari daratan China sebagai antisipasi ketegangan perang dagang yang berkepanjangan.

Siapa Layak Gantikan Robert? Jabatan Robert Pakpahan sebagai Dirjen Pajak segera berakhir. Meski masih hitungan bulan, kasak-kusuk soal penggantinya kian ramai terdengar. Beberapa nama mulai muncul. Ada nama baru, ada pula figur lama.

Emiten Tekstil Kerek Kapasitas Produksi. Sejumlah emiten tekstil yang memiliki fokus penjualan di pasar ekspor berencana meningkatkan kapasitas produksi seiring dengan peluang pasar yang semakin besar.

Beban Bank Kecil Naik. Efisiensi masih menjadi pekerjaan rumah bank kecil. Pasalnya, selama 3 tahun terakhir rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional terus merangkak naik.

Dilema TKDN dan Kebutuhan Impor. Pemerintah telah melakukan pendalaman industri atau peningkatan konten lokal barang industri melalui regulasi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Salah satu tujuannya adalah untuk menggenjot kinerja industri nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabar pasar

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top