Resor Mewah Belum Jadi Tren, Siapa yang Bakal Beli?

Beberapa yang megembangkan resor mewah di antaranya ada PT Metropolitan Land Tbk. (Metland) di Bali dan baru-baru ini Trump Residence bersama MNC Land di Lido, Jawa Barat.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 19 Agustus 2019  |  17:39 WIB
Resor Mewah Belum Jadi Tren, Siapa yang Bakal Beli?
Masterplan Trump Residence Lido - repro/istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah pengembang properti semakin percaya diri meluncurkan produk dengan target pasar yang niche dan untuk kelas atas, seperti melalui produk apartemen dan resor mewah. Namun, lantaran pasarnya minim, pengembangannya belum menjadi tren.

Beberapa yang megembangkan resor mewah di antaranya ada PT Metropolitan Land Tbk. (Metland) di Bali dan baru-baru ini Trump Residence bersama MNC Land di Lido, Jawa Barat.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan bahwa pengembangan resor mewah saat ini memang belum menjadi tren karena pasarnya tidak terlalu besar. Hal itu juga yang membuat pasok yang tersedia tidak banyak.

“Resor mewah itu masuknya niche market, jadi pengembang juga pikir-pikir pasti untuk membangun itu,” kata Ferry kepada Bisnis, Senin (19/8/2019).

Namun, kendati pasarnya kecil, menurut Ferry jika ada pasok pasti akan tetap ada yang menyerap. Apabila pengembang ingin membangun resor mewah, pastikan targetnya adalah high net worth individual (HNWI) atau orang yang memang sudah kelebihan uang.

“Kalangan [HNWI] itu beli properti sudah bukan sekadar jadi kebutuhan atau investasi saja, tapi juga untuk kebanggaan, pride and prestige. Jadi kebanyakan yang akan beli ya pejabat, pengusaha, artis, dan profesional kelas atas,” katanya.

Adapun, yang menjadi tantangan bagi pengembangan resor mewah sendiri, kata Ferry, kembali ke pasarnya yang minim serta pemilihan lokasi yang harus benar-benar premium, bangunan harus berkualitas, serta harus dilengkapi dengan beragam fasilitas berkualitas yang juga harus mewah.

Masterplan Royal Venya Ubud

Masterplan Royal Venya Ubud

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
properti

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top