Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Goldman Sachs Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Empat Negara Macan Asia

Goldman Sachs memangkas proyeksi pertumbuhan untuk empat negara "Macan Asia" di tengah melambatnya pertumbuhan global akibat terdampak tensi perdagangan Amerika Serikat-China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 16 Agustus 2019  |  14:55 WIB
Penumpang mengantre ketika bandara dibuka kembali sehari setelah penerbangan dihentikan karena protes, di Bandara Internasional Hong Kong, Cina 13 Agustus 2019. - Reuters
Penumpang mengantre ketika bandara dibuka kembali sehari setelah penerbangan dihentikan karena protes, di Bandara Internasional Hong Kong, Cina 13 Agustus 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Goldman Sachs memangkas proyeksi pertumbuhan untuk empat negara Macan Asia di tengah melambatnya pertumbuhan global akibat terdampak tensi perdagangan Amerika Serikat vs China.

Empat negara, yakni Hong Kong, Singapura, Korea Selatan, dan Taiwan mendapat julukan sebagai "Macan Asia" karena pertumbuhan mereka yang didorong oleh perdagangan pada tahun 1980-an dan 1990-an.

Menurut Goldman, meski beberapa negara berpotensi menerima manfaat dari pengalihan perdagangan karena pindahnya pemasok dari China, manfaat besar kemungkinan akan mengalir ke negara-negara Asia Tenggara yang terhubung dengan rute darat ke China, seperti Vietnam, ketimbang negara Macan Asia.

“Selain reformasi domestik sendiri, mereka semua [Macan Asia] mendapat manfaat besar dari konteks globalisasi yang lebih luas dan perkembangan ekonomi yang cepat di kawasan Asia-Pasifik,” tutur ekonom Goldman yang dipimpin oleh Andrew Tilton dalam sebuah laporan pada Kamis (15/8/2019).

“Namun, karakteristik sama yang membantu mereka mendapatkan manfaat dari sisi positif telah membuat mereka relatif lebih terkena perlambatan pertumbuhan global baru-baru ini,” terangnya, seperti dilansir dari Bloomberg.

Berikut adalah ringkasan perubahan proyeksi pertumbuhan ekonomi dan kebijakan yang dirilis perusahaan layanan finansial multinasional itu:

Hong Kong: produk domestik bruto (PDB) bekas jajahan Inggris ini diperkirakan akan menyusut 0,5 persen pada kuartal ketiga dari tahun sebelumnya, berlawanan dengan proyeksi sebelumnya untuk ekspansi 2,1 persen.

Secara full year 2019, Goldman memperkirakan ekspansi sebesar hanya 0,2 persen. Selain pertumbuhan global yang lesu dan lingkungan perdagangan, protes politik yang tengah berlangsung telah mempengaruhi permintaan domestik, tulis para ekonom.

Singapura: Goldman menurunkan proyeksi pertumbuhan PDB 2019 menjadi 0,4 persen dari proyeksi 1,1 persen sebelumnya.

Bank sentral negeri ini, Monetary Authority of Singapore (MAS), kemungkinan akan mengurangi slope rentang nilai tukar -  alat kebijakan moneter utamanya menjadi 0,5 persen per tahun dari 1 persen saat ini pada pertemuan Oktober, dan kemudian menjadi 0 persen pada April 2020.

Korea Selatan: Goldman memperkirakan ekonomi Negeri Ginseng tumbuh 1,9 persen tahun ini, lebih rendah dari 2,2 persen yang diperkirakan sebelumnya.

Goldman juga memperkirakan pemangkasan suku bunga lebih lanjut sebesar 25 basis poin tahun ini - kemungkinan besar pada bulan Oktober - selain langkah pemangkasan pada Juli.

Taiwan: Proyeksi PDB 2019 Taiwan dipangkas tipis menjadi 2,3 persen dari 2,4 persen, karena dampak negatif dari perang perdagangan sedikit diimbangi oleh langkah AS untuk lebih banyak mengimpor dari Taiwan dan lebih sedikit dari China.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi goldman sachs
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top