China Bersumpah Akan Membalas Perlakuan Tarif AS  Terbaru

China bersumpah akan membalas pemberlakuan tarif terbaru AS atas impor produknya senilai US$ 300miliar, tetapi meminta Amerika Serikat untuk bertemu karena Presiden Donald Trump mengatakan perjanjian apa pun harus berdasarkan ketentuan negaranya.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 16 Agustus 2019  |  07:22 WIB
China Bersumpah Akan Membalas Perlakuan Tarif AS  Terbaru
Perang dagang AS-China - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA--China bersumpah akan membalas pemberlakuan tarif terbaru AS atas impor produknya senilai US$ 300miliar, tetapi meminta Amerika Serikat untuk bertemu karena Presiden Donald Trump mengatakan perjanjian apa pun harus berdasarkan ketentuan negaranya.

Kementerian Keuangan China menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tarif yang dikenakan Washington, yang akan dimulai bulan depan, telah melanggar konsensus yang dicapai antara Trump dan Presiden Cina Xi Jinping pada pertemuan puncak Juni di Jepang. Pertemuan itu dirancang untuk menyelesaikan perselisihan mereka melalui jalur negosiasi.

Dalam pernyataan terpisah, juru bicara kementerian luar negeri China, Hua Chunying, mengatakan, "Kami berharap AS akan bertemu dengan China dan mengimplementasikan konsensus dua kepala dari kedua negara di Osaka" seperti dikutip Reuters, Jumat (16/8).

China berharap untuk menemukan solusi yang dapat diterima bersama melalui dialog dan konsultasi berdasarkan kesetaraan dan saling menghormati, tambahnya.

Trump, yang akan kembali maju pada Pilpres 2020 dan telah menjadikan ekonomi dan sikap kerasnya terhadap China sebagai kampanye pada 2016, kemarin mengatakan perjanjian apa pun harus memenuhi tuntutan AS.

Prospek perdagangan semakin rumit dengan berlanjutnya kerusuhan di Hong Kong. Trump mengaitkan perjanjian dengan kejadian di wilayah itu dengan mengatakan Xi harus terlebih dahulu menyelesaikan situasi di wilayah tersebut dengan para pemrotes.

Ancaman China untuk membalas kebijakan AS membuat saham global tergelincir dan harga minyak juga turun akibat kekhawatiran akan terjadi resesi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perang dagang AS vs China

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top