KABAR PASAR 15 AGUSTUS: Indonesia Tangkis Uni Eropa, Investasi PLTP Kian Ramai

Berita mengenai pengenaan bea masuk antisubsidi biodiesel dan investasi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) menjadi sorotan Bisnis Indonesia hari ini, Kamis (15/8/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  08:11 WIB
KABAR PASAR 15 AGUSTUS: Indonesia Tangkis Uni Eropa, Investasi PLTP Kian Ramai
Pengunjuk rasa anti Brexit melambaikan bendera Uni Eropa di luar Gedung Parlemen Inggris di London, Inggris, Selasa (13/11). - Reuters/Toby Melville

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai pengenaan bea masuk antisubsidi biodiesel dan investasi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) menjadi sorotan Bisnis Indonesia hari ini, Kamis (15/8/2019).

Berikut beberapa perincian topik utamanya:

Indonesia Tangkis Uni Eropa. Pemerintah bersama pelaku usaha siap menempuh sejumlah langkah untuk menangkis ‘serangan baru’ dari Uni Eropa terhadap produk biodiesel asal Indonesia. Mulai kemarin, Rabu (14/8), Komisi Eropa telah mengenakan tarif bea masuk antisubsidi (BMAS) sementara sebesar 8%—18% terhadap bahan bakar nabati pengganti Solar (biodiesel) dari Indonesia. (Bisnis Indonesia)

Juli Tak Seindah Juni. Neraca dagang Indonesia per Juli 2019 diperkirakan kembali defisit sebesar US$1,5 miliar, yang terutama dipicu melemahnya ekspor komoditas andalan. Adapun, secara akumulatif dari Januari hingga Juli 2019, defisit neraca dagang bakal berada di angka US$3,4 miliar. (Bisnis Indonesia)

Pendapatan Pajak Jadi Andalan DKI. Pemprov DKI Jakarta dan Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta sepakat menaikkan target pajak dan memangkas belanja daerah demi mengatasi pengeluaran dari program-program baru dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2019. (Bisnis Indonesia)

KPPU Nilai Pengawasan Masih Lemah. Komisi Pengawas Persaingan Usaha menilai pengawasan peredaran garam impor untuk keperluan industri masih lemah sehingga menyebabkan petani lokal kalah bersaing. (Bisnis Indonesia)

BRI Cetak Laba Terbesar, BTPN Kian Akseleratif. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. membukukan pertumbuhan laba positif pada semester I/2019 kendati sejumlah indikator penopang pendapatan melambat. PT Bank BTPN Tbk. juga mencatatkan kinerja yang akseleratif setelah konsolidasi. (Bisnis Indonesia)

Berdikari Impor Daging Sapi dari Brasil. Pasar daging sapi nasional kian ramai seiring dengan rencana BUMN peternakan PT Berdikari (Persero) untuk mendatangkan 10.000 ton daging sapi asal Brasil pada tahun ini. (Bisnis Indonesia)

KPBU Perumahan Terus Digenjot. Pemerintah berupaya mengurangi defisit perumahan dengan dana yang terbatas. Salah satu yang digenjot akhir-akhir ini adalah skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dalam menyediakan rumah rakyat. (Bisnis Indonesia)

Kabel Laut Rentan Gangguan. Aktivitas maritim ilegal mengancam keandalan sambungan kabel serat optik di dasar laut wilayah Indonesia. Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) Galumbang Menak mengatakan, jangkar kapal yang berlabuh bukan pada tempatnya kerap mengancam kabel laut milik operator yang digelar di bawah. (Bisnis Indonesia)

Investasi PLTP Kian Ramai. Komitmen investasi untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) mulai berdatangan. Namun, tarif beli dari PT PLN (Persero) masih jadi pengganjal. Dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) ditargetkan kapasitas terpasang total PLTP sebesar 7.200 MW pada 2025. (Bisnis Indonesia)

Pemerintah Tekankan TKDN dan Ekspor. Seperti pada Kendaraan Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2), pengembangan kendaraan listrik akan ditekankan pada penggunaan tingkat kandungan dalam negeri kendaraan listrik, sekaligus juga berorientasi pasar ekspor. (Bisnis Indonesia)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Biodiesel, pltp

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top