Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berbagai Alasan Kunjungan Wisman Tahun Ini Bakal Tak Capai Target

Sekretaris Jenderal Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Titus Indrajaya pesimistis target kunjungan wisman sebanyak 18 juta orang tahun ini dapat tercapai.  
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  18:50 WIB
Wisatawan mancanegara menggunakan jasa becak motor di kawasan Titik Nol Kilometer, DI Yogyakarta, Jumat (28/7). - ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Wisatawan mancanegara menggunakan jasa becak motor di kawasan Titik Nol Kilometer, DI Yogyakarta, Jumat (28/7). - ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

Bisnis.com, JAKARTA — Sekretaris Jenderal Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Titus Indrajaya pesimistis target kunjungan wisman sebanyak 18 juta orang tahun ini dapat tercapai.  

"Banyak faktor yang berpengaruh sedikitnya wisman yang datang ke Indonesia. Kalau tahun lalu ada 15,8 juta kunjungan wisman yang datang. Pada tahun ini diperkirakan akan ada 16 juta wisman yang datang ke Indonesia," ucapnya kepada Bisnis.com, Kamis (15/8/2019).

Senada, Policy Analyst dari Indonesia Services Dialogue (ISD) Muhammad Syarif Hidayatullah menuturkan pihaknya juga tak meyakini target kunjungan wisman pada tahun ini dapat tercapai. 

"Menurut kami sih agak sulit. Sebenarnya jumlah wisman di semester I/2019 itu mirip dengan semester I/2018, tetapi tahun lalu masih didukung oleh sejumlah event internasional, makanya masih bisa mendapatkan 15,8 juta kunjungan wisman," ujarnya. 

Pada tahun ini, lanjutnya, Indonesia tidak menggelar acara besar skala internasional yang dapat mendorong kedatangan wisman sepanjang tahun ini. 

Dia memproyeksikan kunjungan wisman sepanjang tahun ini berada di kisaran 14 juta kunjungan hingga 16 juta kunjungan wisman.

"Meski sudah diturunkan target kunjungannya [dari semula 20 juta kunjungan wisman menjadi 18 juta kunjungan wisman], tetap terlalu tinggi," katanya. 

Syarif menilai yang perlu dilakukan pemerintah adalah fokus menggarap destinasi baru pariwisata. Selain itu, perlu pelaksanaan event dan atraksi wisata yang mampu menarik minat wisman.

"Jangka menengah dan panjang adalah promosi dan perbaikan amenitas dan infrastruktur wisatanya," ucapnya.

kunjungan wisman

devisa dari kunjungan wisman

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kunjungan wisman
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top