KABAR PASAR 14 AGUSTUS: Emiten Sawit Tertekan Harga, Indonesia Opsi Terakhir Amerika Serikat

Berita mengenai performa emiten perkebunan dan peluang ekspor dari perang dagang menjadi sorotan Bisnis Indonesia hari ini, Rabu (14/8/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  08:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai performa emiten perkebunan dan peluang ekspor dari perang dagang menjadi sorotan Bisnis Indonesia hari ini, Rabu (14/8/2019).

Berikut beberapa perincian topik utamanya:

Emiten Sawit Tertekan Harga. Kendati volume produksi dan ekspor minyak kelapa sawit sepanjang semester I/2019 masih bertumbuh, kinerja hampir seluruh emiten perkebunan selama periode itu memerah akibat tertekan harga komoditas. (Bisnis Indonesia)

Asing Incar Proyek Rp750 Miliar. PDAM Kota Pekanbaru menjadwalkan tahap permintaan penawaran atau request for proposal (RfP) proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) Pekanbaru bisa dimulai pada Oktober 2019. (Bisnis Indonesia)

Obligasi Daerah Terbit Tahun Depan. Setelah sekian lama, akhirnya obligasi daerah pertama siap diterbitkan tahun depan. Rencana tersebut telah mendapat persetujuan langsung dari Kementerian Dalam Negeri. (Bisnis Indonesia)

Hubungan Dagang Makin Panas. Kemitraan Korea Selatan dan Jepang makin memanas setelah kedua negara tetangga memutuskan hubungan dagang. Awal pekan ini, Seoul mengumumkan akan menghapus Jepang dari daftar negara-negara dengan status perdagangan jalur cepat (fast-track trade) pada bulan depan dalam upaya pengendalian ekspor. (Bisnis Indonesia)

Infrastruktur Dukung Target PDRB 7%. Pengembangan sejumlah proyek infrastruktur diyakini dapat mendukung target pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sebesar 7% pada 2023. Untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional, pemerintah pusat menargetkan Pertumbuhan Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah mencapai 7% pada 2023, melesat dari 2018 sebesar 5,32%. (Bisnis Indonesia)

Transaksi Melalui EDC Terus Menyusut. Perbankan terus mencatatkan penurunan transaksi melalui mesin electronic data capture (EDC) karena ada perpindahan transaksi pada perusahaan teknologi fi nansial. (Bisnis Indonesia)

Indonesia Opsi Terakhir Amerika Serikat. Ongkos logistik yang tinggi membuat eksportir garmen dan alas kaki kesulitan untuk langsung memanfaatkan kenaikan pajak impor yang dibebankan Amerika Serikat atas produk China. (Bisnis Indonesia)

Denda Konsumen Berdasar Kesepakatan. Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tentang Sistem Perjanjian Pendahuluan Jual Beli (PPJB) Rumah sengaja tidak mencantumkan denda konsumen dan menyerahkan sepenuhnya kepada kesepakatan kedua belah pihak. (Bisnis Indonesia)

Geothermal Perlu Investasi US$15 Miliar. Indonesia diperkirakan perlu suntikan investasi senilai US$15 miliar untuk mendapatkan kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) total 7.200 MW hingga 2025. Sumber pendanaan masih jadi tantangan terutama untuk sektor privat. (Bisnis Indonesia)

INSA: Waspadai Intervensi Asing. Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) mengkhawatirkan bergulirnya wacana revisi Undang-undang Pelayaran bisa disusupi kepentingan negara lain, yang justru merugikan kepentingan nasional. Terlebih, aturan yang lama masih belum bisa terealisasi sepenuhnya. (Bisnis Indonesia)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
minyak sawit

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top