Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan AC Sharp Naik, Segmen Menengah Dominan

PT Sharp Electronics Indonesia menyatakan penjualan pendingin ruangan pada musim kemarau tahun ini lebih tinggi 15% dari tahun lalu.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  09:09 WIB
Penjualan AC Sharp Naik, Segmen Menengah Dominan
ilustrasi - SHARP

Bisnis.com, JAKARTA — Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyatakan bahwan Juli 2019 merupakan bulan tepanas sepanjang sejarah. Melihat peluang tersebut, beberapa sektor industri justru mendulang cuan.

Salah satunya PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) yang menyatakan penjualan pendingin ruangan (air conditioner/AC) pada musim kemarau tahun ini lebih tinggi 15% daripada musim kemarau tahun lalu. Peningkatan penjualan tersebut ditopang oleh produk AC untuk segmen menengah.

National Sales Manager SIED Andry Adi Utomo mengatakan produk AC model dasar dengan rentang harga Rp2,5 juta—Rp3,2 juta merupakan produk yang paling diminati. Pasalnya, puncak musim panas tahun ini dibarengi dengan adanya Iduladha atau lebaran haji.

“Jadi, mungkin, uang konsumen agak berat,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (13/8/2019).

Andry mengatakan penjualan AC pada musim kemarau menopang penjualan AC sebesar 60%-70% dari total penjualan AC tahun ini. Namun demikian, kontribusinya bisa lebih besar jika musim kemarau tahun ini hingga awal kuartal IV/2019.

Dilansir dari situs resmi Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), awal musim kemarau tahun ini umumnya dimulai antara bulan April, Mei, dan Juni. Adapun, waktu musim kemarau di sebagian besar daerah mundur. Puncak musim kemarau pada tahun ini diperkirakan berada pada bulan Agustus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sharp Electronics Indonesia
Editor : Galih Kurniawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top