ITC Tetap Jadi Trendsetter di tengah Gempuran eCommerce

Pesatnya perkembangan jual beli dalam jaringan tidak membuat ITC Group latah mengubah konsepnya untuk bersaing di industri ritel.
MediaDigital
MediaDigital - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  10:35 WIB
ITC Tetap Jadi Trendsetter di tengah Gempuran eCommerce
ITC BSD salah satu cabang ITC Group - bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -- Pesatnya perkembangan jual beli dalam jaringan tidak membuat ITC Group latah mengubah konsepnya untuk bersaing di industri ritel.

Anak usaha Sinar Mas Land itu justru terus mempertahankan konsepnya dengan mengaplikasikan teknologi 4.0 agar tetap menjadi trendsetter bagi model trade center di Indonesia.

Salah satu tekhnologi yang diterapkan adalah cashless, yaitu sistem pembayaran non tunai dengan menggunakan EDC atau sistem pembayaran lainnya.

Bagi pemilik toko atau tenant di pusat perbelanjaan milik ITC Group, penggunaan EDC terbukti mempermudah proses pembayaran dalam setiap transaksi jual beli.

Irene Agustine, salah seorang tenant di ITC Kuningan pun mengamini manfaat penggunaan EDC, yang sejak awal memang dianjurkan oleh pengelola.

Irene juga mengaku pengelola ITC sering memberikan reward kepada pembeli yang melakukan transaksi dengan EDC.

Hal itu kemudian yang menstimulus pembeli untuk semakin sering melakukan pembayaran secara cashless dengan nyaman di ITC.

Dari sisi pembeli, penggunaan EDC juga menambah kenyamanan dalam melakukan transaksi di pusat perbelanjaan yang dikelola ITC Group.

Yanuar, salah satu pengunjung ITC, mengatakan pihaknya tidak perlu lagi memikirkan apakah dirinya membawa uang cash untuk berbelanja atau tidak.

“Di ITC pembayarannya tidak harus tunai. Kalau tiba-tiba mau makan setelah berbelanja pun bisa langsung dilakukan,” katanya.

Menurutnya, keberadaan kedai makanan dan minuman di dalam gedung menjadi nilai plus untuk ITC selain harga produk yang memang lebih murah.

Pengelola ITC mengatakan pihaknya menemukan celah pasar dalam perkembangan pasar komoditas ritel, agar terus berkembang tanpa harus mengubah konsep perbelanjaan.

“Kami terus memberi penyuluhan kepada para pedagang dan tenant untuk menggunakan pola pembayaran cashless, dan publikasi dagang melalui media daring [dalam jaringan],” ungkap ITC Division Head, Christine Natasha Tanjungan.

ITC Group mengubah pola berbelanja di seluruh pusat perbelanjaan miliknya dengan lebih modern, seperti penggunaan electronic data capture (EDC) dan uang elektronik.

Selain itu ITC Group juga sedang menyiapkankan marketplace khusus ITC yang akan menjadi wadah transaksi jual beli antara tenant dengan pembeli secara daring.

Bahkan, ITC Group juga mengubah customer service menjadi customer relation yang bertugas sebagai konsultan bisnis untuk para tenant di pusat perbelanjaan yang dikelolanya.

ITC yang saat ini memiliki 10 cabang yang berada di wilayah Jakarta, Tangerang, dan Depok, tetap menjaga katakteristik sebagai pusat pembelanjaan komoditas.

Bahkan pada tahun ini juga mendapatkan beberapa tawaran kerja sama dengan penyewa Watson, Informa, dan beberapa penyewa yang menjual makanan dan minuman, pada 10 cabang yang berada di wilayah Jakarta, Tangerang, dan Depok.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ritel, sinar mas land, itc

Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top