Pemulihan Pelabuhan Terdampak Gempa & Tsunami di Sulteng Pakai Dana ADB

ADB memberikan pinjaman kepada Ppemerintah Indonesia untuk membangun dan mengembangkan infrastruktur transportasi laut di tiga pelabuhan terdampak gempa dan tsunami di Kota Palu dan Kabupaten Donggala.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Agustus 2019  |  19:59 WIB
Pemulihan Pelabuhan Terdampak Gempa & Tsunami di Sulteng Pakai Dana ADB
Alat pengangkat peti kemas di Pelabuhan Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah, tumbang akibat gempa dan tsunami pada September tahun lalu. - Antara

Bisnis.com, PALU – Bank Pembangunan Asia (ADB) memberikan pinjaman kepada Ppemerintah Indonesia untuk membangun dan mengembangkan infrastruktur transportasi laut di tiga pelabuhan terdampak gempa dan tsunami di Kota Palu dan Kabupaten Donggala.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumardi di sela-sela meninjau pelabuhan bongkar muat di Kelurahan Wani Kabupaten Donggala pada Sabtu (10/8/2019) mengatakan pinjaman yang diberikan sebesar US$70 juta.

"Pinjaman paling banyak akan dikucurkan ke Pelabuhan Pantoloan di Palu karena di situ multi purpose. Ada peti kemasnya, bongkar muat dan penumpang karena kami akan kembangkan suatu dermaga yang panjangnya 100 meter dan pemulihan terhadap fungsi alat-alat di sana," katanya.

Sementara di dua pelabuhan di Donggala, ia lebih tekankan terhadap peremajaan pembangunan kembali kawasan tersebut agar para nelayan dapat nyaman melakukan aktivitas bongkar muat sayur mayur, buah-buahan dan hasil tangkapan laut.

"Bentuknya pinjaman kepada institusi. Jadi pinjamannya diberikan kepada PT. Pelindo (Pelabuhan Indonesia). Tapi bentunya soft loan," ujarnya.

Dia menerangkan pembangunan infrastruktur transportasi laut berupa pengembangan dan peremajaan tiga pelabuhan menggunakan dana pinjamam itu akan dimulai tahun depan.

"Tahun ini masih tahap perencanaan. Masih didesain. Yang desain darI ADB sendiri. Pembangunannya akan dimulai pada 2020 selama 3 tahun," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ADB, Gempa Palu

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top