Kecukupan Cadangan Beras Bergantung pada Kepastian Produksi

Perlu ada kepastian data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai perkiraan produksi beras tahun ini untuk menentukan apakah cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 2,4 juta ton sudah cukup.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 05 Agustus 2019  |  13:29 WIB
Kecukupan Cadangan Beras Bergantung pada Kepastian Produksi
Petani memanen padi di areal persawahan kawasan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (22/1/2019). - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA Perlu ada kepastian data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai perkiraan produksi beras tahun ini untuk menentukan apakah cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 2,4 juta ton sudah cukup.

"Tanpa melihat prediksi produksi, dan seandainya produksi normal dan penyaluran bantuan kecil, 2,4 juta ton itu cukup. Tapi harus dilihat kembali bagaimana kondisi produksi nasional. Biasanya Agustus diumumkan berapa ketersediaan di masyarakat sehingga bisa disimpulkan apakah CBP itu cukup atau tidak," tutur Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Sutarto Alimoeso, baru-baru ini.

Sutarto tak memungkiri jika sepanjang Juli sampai Agustus terdapat penurunan pasokan gabah kering panen (GKP) akibat pengaruh musim. Namun, ia urung menyimpulkan terdapat penurunan produksi kecuali diketahui secara pasti luas lahan yang gagal panen. 

Selain itu, ia menyebutkan pasar beras usai panen raya pada April-Mei lalu cenderung lesu mengingat serapan Bulog tidak setinggi tahun lalu. Kondisi ini lantas berdampak pada stok beras di pasar yang ia sebut lebih banyak.

Guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa mengatakan pasokan beras memang sudah memadai. Ia menyatakan hal ini terlihat dari anomali antara harga gabah yang menyentuh Rp5.000/kg, namun di sisi lain harga beras bisa menyentuh nilai di bawah Rp8.000/kg.

"Ini sebuah anomali. Menurut saya mungkin memang akibat gerak satgas pangan yang intensif sehingga pedagang tidak berani menimbun beras terlalu banyak, sedangkan gabah di petani naik karena produksi terganggu sehingga pasokan menurun," ujarnya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi memastikan CBP di gudang Bulog cukup untuk menjaga keseimbangan stok dan pangan nasional di tengah potensi kemarau yang lebih kering dibanding tahun lalu.

"Stok sangat cukup karena ada panen sampai dengan akhir tahun, stok beras hari ini ada 2,4 juta ton," kata Agung kepada Bisnis.

Agung juga menambahkan produksi sampai awal Agustus ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Pelepasan beras pemerintah dalam skala besar ia sebut belum perlu untuk menjaga keseimbangan pasar.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan setidaknya telah ada 20.269 hektare (ha) lahan pertanian puso. Sampai dengan 22 Juli 2019, terdapat 55 kepala daerah di tujuh provinsi yang telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan. 

Ketujuh provinsi tersebut adalah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pangan, Stok Beras

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top