Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Document Fraud Marak Terjadi, GPEI Dukung Revisi Impor Sementara

Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno mengatakan document fraud sering terjadi sehingga memungkinkan impor secara ilegal atas barang impor sementara.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 05 Agustus 2019  |  20:45 WIB
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA–Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno mengatakan document fraud sering terjadi sehingga memungkinkan impor secara ilegal atas barang impor sementara.

Oleh karena itu, pihaknya menyepakati langkah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang memperketat ketentuan mengenai impor sementara melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 106/2019.

Menurutnya, banyak barang masuk dari luar negeri padahal di satu sisi produsen lokal sudah mampu memproduksinya sendiri.

Benny mengatakan bahwa yang menjadi korban dari praktek impor secara ilegal dan tidak memenuhi ketentuan adalah industri manufaktur.

"Kalau terlalu lama bisa barang tersebut masuk ke pasar domestik tanpa membayar ketentuan impor yakni bea masuk, PPN dan PPh impor," ujar Benny, Senin (5/8/2019).

Oleh karena itu, Benny mengatakan pihaknya mendukung langkah pemerintah yang meminta jaminan kepada pengimpor berupa bea masuk, PPN, dan PPh impor.

Kali ini, barang impor sementara yang dibebaskan bea masuknya juga harus menyetorkan jaminan sebesar bea masuk, PPN, dan PPh impor.

Khusus untuk barang impor sementara berupa kendaraan yang difungsikan untuk pameran yakni kendaraan roda empat atau lebih dengan kapasitas mesin minimal 3000 cc dan kendaraan roda dua dengan kapasitas mesin minimal 500 cc, jaminan yang disetorkan harus dalam bentuk tunai atau jaminan bank.

Barang impor sementara untuk pameran juga harus disimpan di tempat yang diawasi oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam rangka meningkatkan fungsi kontrol.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor bea masuk
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top