Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kuartal II/2019, Laba Airbus di Atas Perkiraan

Seperti dilaporkan Reuters, Rabu (31/7/2019), pendapatan perusahaan terutama dari penjualan pesawat jet dengan satu lorong yang dianggap lebih efisien. Keuntungan di paruh pertama tahun ini sekaligus bekal yang bagus bagi perusahaan yang diperkirakan menghadapi tantangan lebih berat pada semester kedua.
Geofanni Nerissa Arviana
Geofanni Nerissa Arviana - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  14:45 WIB
Airbus A350-1000. - REUTERS / Pascal Rossignol
Airbus A350-1000. - REUTERS / Pascal Rossignol

Bisnis.com, JAKARTA – Produsen pesawat komersial Airbus membukukan pendapatan inti pada kuartal kedua 2019 yang lebih baik daripada perkiraan sejumlah analis.

Seperti dilaporkan Reuters, Rabu (31/7/2019), pendapatan perusahaan terutama dari penjualan pesawat jet dengan satu lorong yang dianggap lebih efisien. Keuntungan di paruh pertama tahun ini sekaligus bekal yang bagus bagi perusahaan yang diperkirakan menghadapi tantangan lebih berat pada semester kedua.

Airbus mengatakan, keuntungan di kuartal kedua naik 72 persen menjadi 1,98 miliar euro (US$2,2 miliar), yang ditopang oleh peningkatan dua kali lipat di divisi produksi pesawat komersial. Sementara itu, pendapatan Airbus naik 23 persen menjadi 18,32 miliar euro.

Sebelumnya, konsesnsus analis memperkirakan, laba operasional per kuartal adalah 1,774 miliar euro dengan pendapatan 17,824 miliar euro.

Saat ini, Airbus tengah berusaha mengatasi masalah keterlambatan di pabrik terbarunya di Hamburg, Jerman. Pabrik tersebut bertanggung jawab memproduksi kabin untuk A321neo yang paling banyak diminati.

Airbus mengatakan, pihaknya saat ini sedang mencari opsi untuk meningkatkan pangsa A321neo.

“Pada semester II tahun ini, masalah pengiriman dan arus kas terus menjadi tantangan bagi kami,” kata Chief Executive Airbus Guillaume Faury dalam keterangan resmi.

Airbus merupakan produsen pesawat terbesar dunia setelah saingannya, Boeing di Amerika Serikat, menghadapi persoalan pelik dengan menghentikan produksi 737 MAX. Pekan lalu, Boeing melaporkan kerugian kuartalan terbesarnya karena krisis tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

airbus
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top