Kepercayaan Investor Industri Mamin Makin Tinggi

Kementerian Perindustrian menyatakan industri makanan dan minuman (mamin) di Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang besar karena permintaan domestik yang besar.
Galih Kurniawan
Galih Kurniawan - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  16:44 WIB
Kepercayaan Investor Industri Mamin Makin Tinggi
Menperin Airlangga Hartarto. - Kemenperin

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian menyatakan industri makanan dan minuman (mamin) di Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi karena permintaan domestik yang besar.

“Optimisme dan kepercayaan para investor terhadap peluang di Indonesia masih sangat besar. Apalagi didukung dengan iklim usaha yang kondusif,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi, Rabu (31/7/2019).

Hari ini, Menperin menghadiri acara peletakan batu pertama perluasan pabrik PT Nestlé Indonesia di Karawang, Jawa Barat.

Ekspansi yang dilakukan oleh PT Nestlé Indonesia itu mencakup tiga pabrik yang berlokasi di Karawang, Pasuruan, dan Bandar Lampung. Total investasi yang digelontokan mencapai US$100 juta atau sekitar Rp1,4 triliun.

Di pabrik Karawang, PT Nestlé Indonesia memproduksi minuman cair (Milo), pabrik Pasuruan untuk produk susu cair (Bear Brand), dan di pabrik Bandar Lampung memproduksi bumbu masak (Maggi).

Peningkatan investasi ini menambah total kapasitas produksi PT Nestlé Indonesia, dari 620.000 ton per tahun menjadi 775.000 ton per tahun atau naik 25%.

“Kami mengapresiasi terhadap upaya yang telah dilakukan PT Nestlé Indonesia dalam mendukung perkembangan industri makanan dan minuman di Tanah Air, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Airlangga.

Kementerian Perindustrian mencatat, pada triwulan I tahun 2019, pertumbuhan industri makanan dan minuman mencapai 6,77% atau di atas pertumbuhan ekonomi yang menyentuh di angka 5,07%. Selain itu, industri makanan dan minuman berkontribusi sebesar 35,58% terhadap PDB industri nonmigas.

Industri makanan dan minuman memberikan sumbangsih signfikan terhadap peningkatan nilai investasi sebesar US$383 juta (PMA) dan Rp8,9 triliun (PMDN) pada paruh pertama tahun ini. Total penyerapan tenaga kerja industri makanan dan minuman mencapai 1,2 juta orang.

Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia Dharnesh Gordhon mengatakan, pihaknya melihat kesempatan bisnis di Indonesia semakin kondusif dengan diiringi pertumbuhan permintaan konsumen terhadap produk-produk makanan dan minuman yang bergizi dan berkualitas tinggi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri mamin

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top