Kemenperin Kembangkan Teknologi Pemantauan Kualitas Udara Real Time

Teknologi real time emission monitoring dan pemantauan air dikembangkan oleh BBTPPI Semarang.
Galih Kurniawan
Galih Kurniawan - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  12:04 WIB
Kemenperin Kembangkan Teknologi Pemantauan Kualitas Udara Real Time
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara. - KEMENPERIN

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian mengembangkan teknologi pemantauan kualitas udara dan air secara real time sebagai bagian dari pengembangan daya saing industri.

Teknologi real time emission monitoring dan pemantauan air secara terus menerus melalui ozonasi katalitik tersebut dikembangkan oleh Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Semarang.

“BBTPPI Semarang sebagai salah satu unit teknis di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Industri [BPPI] Kemenperin terus melakukan inovasi litbang untuk mendukung implementasi industri 4.0,” kata Kepala BPPI Kemenperin Ngakan Timur Antara dalam keterangan resmi, Rabu (31/7).

Menurutnya, upaya yang dilakukan BBTPPI Semarang sejalan dengan program prioritas Making Indonesia 4.0, yang salah satu poinnya adalah mengakomodasi standar-standar keberlanjutan. “Misalnya memastikan pelaku usaha di era industri 4.0 berwawasan industri hijau,” ujarnya.

Dia mengatakan industri hijau adalah sebuah konsep yang harus dipahami dan dilaksanakan oleh pelaku usaha, yaitu dalam proses produksinya menerapkan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.

Ngakan mengapresiasi hasil riset BBTPPI Semarang yang dapat dimanfaatkan untuk mengelola limbah cair dan gas yang dikeluarkan oleh industri. Alat tersebut dibuat untuk mengurangi pencemaran lingkungan

Ngakan pun berharap, air bersih yang dihasilkan dari pengolahan ozonasi katalitik bisa dimanfaatkan kembali oleh industri yang menghasilkannya. “Sehingga alat ini mempunyai fungsi untuk mengurangi pemborosan air dan pencemaran air. Karena air bersih sangat berharga, kalau industri bisa menghemat air, itu akan sangat bagus,” katanya.

Kemenperin berencana menerapkan alat tersebut di industri tekstil yang ada di sekitar sungai Citarum, Jawa Barat.

Kepala BBTPPI Semarang Ali Murtopo Simbolon menjelaskan, keunggulan real time emission monitoring adalah sistem yang terpadu dan terintegrasi berbasis web untuk monitoring udara dari cerobong unit produksi dengan basis monitoring teknologi sensor electrochemical dan evaluasi buangan udara pada industri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemenperin, polusi udara

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top