Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KABAR PASAR 29 JULI: Otomotif Dorong Multifinance, Saatnya ‘Menimba di Sumur Baru’

Berita mengenai dorongan sektoro otomotif untuk industry multifinance serta kebutuhan sumber baru untuk meningkatkan rasio pajak menjadi sorotan media massa hari ini, Senin (29/7/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  08:14 WIB
Pengunjung mengamati mobil baru yang dipamerkan di pusat perbelanjaan di Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/3/2019). - Bisnis/Rachman
Pengunjung mengamati mobil baru yang dipamerkan di pusat perbelanjaan di Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/3/2019). - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai dorongan sektoro otomotif untuk industry multifinance serta kebutuhan sumber baru untuk meningkatkan rasio pajak menjadi sorotan media massa hari ini, Senin (29/7/2019).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Otomotif Dorong Multifinance. Penyaluran pembiayaan dari industri multifinance bakal tumbuh lebih kencang pada semester II/2019, seiring dengan potensi kenaikan permintaan di sektor otomotif serta didukung oleh pemangkasan suku bunga acuan. (Bisnis Indonesia)

Saatnya ‘Menimba di Sumur Baru’. Otoritas pajak perlu ‘menimba di sumur baru’ untuk meningkatkan rasio pajak. Alhasil, ketergantungan pada satu sektor tertentu dapat dihindari. Strategi ini perlu dilakukan mengingat sektor manufaktur yang menjadi sokoguru penerimaan pajak, justru dari sisi pertumbuhan maupun kontribusinya ke produk domestik bruto (PDB). (Bisnis Indonesia)

Bappenas Susun 3 Arah Kebijakan. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyusun tiga arah kebijakan untuk menjamin antisipasi kerusakan lingkungan hidup dan bencana alam. (Bisnis Indonesia)

Surat Utang BUMN Banjiri Pasar. Surat utang yang diterbitkan korporasi pelat merah dinilai lebih menarik dibandingkan dengan surat utang yang ditawarkan swasta karena memberi jaminan dari sisi rating yang lebih tinggi. (Bisnis Indonesia)

KPK Membidik Puluhan Perusahaan Batubara. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah memelototi transaksi perusahaan tambang batubara dalam negeri. Komisi anti rasuah ini mengendus praktik tidak lazim dalam transaksi jual beli batubara di Indonesia selama tiga tahun terakhir, termasuk dugaan transfer pricing untuk menghindari kewajiban pembayaran pajak dalam transaksi jual beli batubara. (Kontan)

Bunga Turun Investasi Belum Gerak. Laju investasi di dalam negeri pada semester II-2019 belum banyak berubah meskipun pemerintah dan Bank Indonesia telah menggelar stimulus bagi perekonomian. Stimulus terakhir adalah turunya bunga acuan BI sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%. (Kontan)

Arus Modal Asing Mengalir Deras, Perlu Perhatian Serius. Dana asing tetap mengalir deras ke pasar keuangan domestik meski Bank Indonesia (BI) memangkas bunga acuannya sebesar 25 basis points (bps) menjadi 5,75%. Kondisi ini perlu menjadi perhatian pemerintah. (Kontan)

16 Paket Ekonomi Gagal Redam Deindustrialisasi. Meski pemerintah sudah mengeluarkan 16 paket kebijakan ekonomi dalam lima tahun terakhir, deindustriliasasi gagal diredam. Koordinasi antarkementerian maupun pemerintah pusat dengan daerah tidak berjalan baik, sehingga paket kebijakan deregulasi justri melahirkan regulasi baru yang menghambat. (Investor Daily)

Pemerintah Tawarkan Proyek KPBU Senilai Rp 176 Triliun. Pemerintah menawarkan 16 proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dengan nilai sedikitnya Rp 176,34 triliun tahun ini. Proyek KPBU itu terdiri atas sembilan proyek transportasi perhubungan yang ditawarkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan tujuh proyek jalan tol yang ditawarkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (PUPR). (Investor Daily)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabar pasar
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top