Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rendahnya Rasio Pajak Indonesia, Antara Peluang & Kemampuan

Rendahnya rasio pajak selain imbas dari ketidakmampuan ‘perangkat’ yang dimiliki otoritas pajak untuk meng-capture dinamika ekonomi yang terjadi saat ini, juga terkait dengan transformasi ekonomi Indonesia yang tak pernah tuntas.
Karyawan berkomunikasi di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta, Senin (10/6/2019)./Bisnis-Nurul Hidayat
Karyawan berkomunikasi di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta, Senin (10/6/2019)./Bisnis-Nurul Hidayat

Pajak Harus Jadi Alat Redistrubisi Pendapatan

Sejumlah pengamat pajak maupun ekonom tak menampik, penurunan tarif merupakan salah satu instrumen untuk mendorong daya saing Indonesia. Namun demikian, penurunan tarif PPh korporasi juga harus diimbangi dengan kebijakan lainnya yang mendorong pemungutan pajak yang lebih berkeadilan.

Yustinus Prastowo dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) misalnya menyebut, insentif yang diberikan harus dihitung dan diukur, dievaluasi, seberapa besar multiplier pada perekonomian, harus ada trade off!

Sementara itu, Bawono Kristisji Partner DDTC Fiskal Research menegaskan adanya perubahan situasi ekonomi misalnya model bisnis digital, sumber aliran penghasilan yang makin bervariasi, skema penghindaran pajak yang semakin kompleks tentu memerlukan revisi UU.

"Reformasi pajak secara menyeluruh harus dilakukan demi meningkatkan tax ratio dan menjaga stabilitas fiskal," tegasnya.

Sementara itu, ekonom Indef Enny Sri Hartati meminta pemerintah untuk menengok kembali ke konsep dasar pemungutan pajak. Pajak harus menjadi alat redistribusi pendapatan.

Artinya, yang kaya bayar pajak banyak, yang kurang berdaya harus dilindungi kalau perlu dibikin berdaya. Jangan sebaliknya!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Edi Suwiknyo
Editor : Achmad Aris

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper