Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rendahnya Rasio Pajak Indonesia, Antara Peluang & Kemampuan

Rendahnya rasio pajak selain imbas dari ketidakmampuan ‘perangkat’ yang dimiliki otoritas pajak untuk meng-capture dinamika ekonomi yang terjadi saat ini, juga terkait dengan transformasi ekonomi Indonesia yang tak pernah tuntas.
Sejumlah wajib pajak melakukan pelaporan SPT Pajak Tahunan di Kantor KPP Pratama Jakarta Kebayoran Baru I, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2019)./ANTARA-Indrianto Eko Suwarso
Sejumlah wajib pajak melakukan pelaporan SPT Pajak Tahunan di Kantor KPP Pratama Jakarta Kebayoran Baru I, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2019)./ANTARA-Indrianto Eko Suwarso

Reformasi Regulasi Pajak Jalan Ditempat

Di tengah persoalan itu, pemerintah sebenarnya telah menyiapkan berbagai instrumen untuk menaikkan kinerja pemungutan pajak. Reformasi pajak digalakkan, meskipun dari aspek regulasi, belum ada satupun perubahan undang-undang yang berhasil diselesaikan selama 5 tahun terakhir.

Revisi Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan yang sempat dibahas beberapa kali di DPR tak jelas juntrungannya.

Sementara itu, revisi Undang-Undang Pajak Penghasilan (PPh) sampai periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo, juga tak kunjung masuk ke program legislasi nasional.

Belakangan, isu mengenai revisi UU PPh hanya terbingkai pada penurunan tarif PPh korporasi dari 25% menjadi 20%.

Padahal persoalan penghasilan tak hanya fokus kepada para pelaku usaha, ada substansi lain misalnya perkembangan subyek dan obyek pajak, perkembangan ekonomi digital, struktur penerimaan pajak yang masih timpang, hingga persoalan pemungutan pajak yang lebih berkeadilan.

Menkeu Sri Mulyani pekan lalu tak berbicara banyak mengenai konsepsi revisi UU PPh. Dia hanya menegaskan, pemerintah masih membuat draf sesuai dengan respons presiden. (bersambung halaman berikutnya)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Edi Suwiknyo
Editor : Achmad Aris

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper