PLTGU Grati 450 MW Diresmikan, Hasilkan Emisi Lebih Kecil

PLTGU Grati berkapasitas 450 MW terdiri dari dua gas turbin yang memanfaatkan gas dan compressed natural gas (CNG) serta satu steam turbine dengan sistem pendingin menggunakan air laut.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 27 Juli 2019  |  14:53 WIB
PLTGU Grati 450 MW Diresmikan, Hasilkan Emisi Lebih Kecil
Pekerja berkeliling saat melakukan pemeliharaan rutin di Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Grati di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (21/3/2019). - ANTARA/Widodo S Jusuf

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan pembangunan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Grati Blok III berkapasitas 450 MW yang berlokasi di Desa Wates, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

PLTGU Grati berkapasitas 450 MW terdiri dari dua gas turbine yang memanfaatkan gas dan compressed natural gas (CNG) serta satu steam turbine dengan sistem pendingin menggunakan air laut. PLTGU ini dinilai berperan besar dalam menjaga lingkungan karena menghasilkan emisi NOx (51 mg/m3) yang lebih kecil dibandingkan umumnya.

Menurutnya, dengan beroperasinya PLTGU Grati akan meningkatkan kapasitas penyediaan listrik untuk Pulau Jawa - Bali, khususnya Surabaya Selatan, Paiton, dan Krian. Evakuasi daya yang dihasilkan oleh PLTGU Grati nantinya akan disalurkan melalui jaringan 500 kV masuk ke dalam Interkoneksi Jawa Bali.

“Ibarat merakit prakarya, konsep pembangunan ini membuat biayanya sangat murah, dengan biaya rendah, tentu harga juga dapat ditekan, terimakasih PLN telah melakukan efisiensi sesuai dengan pesan Presiden RI, agar efisiensi ini harus tetap diterapkan, saya lihat semangat pembangunan PLTGU Grati ini sangat besar, semangat seperti ini harus di sebarkan dalam pembangunan lain,” katanya seperti dikutip dalam rilis, Jumat (27/7/2019).

Lebih lanjut Jonan juga mengapresiasi penggunaan tenaga kerja lokal yang masif di proyek PLTGU Grati ini, dan berpesan agar pengawasan kedepannya tetap dikawal dengan baik. Proyek dengan nilai investasi sebesar Rp 3,61 triliun ini menyerap sebanyak 2.728 tenaga lokal dan 35 tenaga asing pada masa konstruksinya.

Pada kesempatan yang sama, Plt Dirut PLN Djoko Abumanan menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari program 35 ribu MW. Proyek yang dibangun sejak effective date Juli 2016 ini selesai 6 bulan lebih cepat dari standar waktu penyelesaian proyek PLTGU yang seharusnya dibangun selama 36 bulan. Sementara itu, daya outputnya tercapai lebih besar dari target kontrak sebesar 503 MW.

Melalui megaproyek 35.000 MW ini PLN juga membangun jalur transmisi sepanjang 46.000 kilo meter sirkit (kms), dan Gardu Induk berkapasitas 109.000 Mega Volt Ampere (MVA) di seluruh Indonesia.

“Peresmian PLTGU Grati sebagai bagian dari program 35.000 MW yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo, PLTGU Grati jauh lebih hemat atau dapat meningkatkan efisiensi dibandingkan PLTGU eksisting yang berumur 20 tahun, sehingga dapat menambah potensi keuntungan hingga sekitar 62 Milyar rupiah per bulan,” katanya.

Sementara itu, tingkat rasio elektrifikasi di Jawa Timur saat ini adalah 98,39  persen per Mei 2019 dan ditargetkan mencapai 99,76  persen di akhir 2019. Adapun pembangunan PLTGU Grati ini setara dengan melistriki 625 ribu KK (Kepala Keluarga).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pltgu, pembangkit listrik

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top