Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengusaha Kayu Minta Perluasan Penampang Ekspor Moulding Tak Berlebihan

Asosiasi pengusaha kayu gergajian dan kayu olahan (ISWA) tidak setuju dengan usulan perluasan penampang ekspor kayu bentukan atau moulding dari 10.000 mm² menjadi 20.000 mm².
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh - Bisnis.com 26 Juli 2019  |  16:29 WIB
Panel kayu dan kayu olahan - Ilustrasi/kemenperin.go.id
Panel kayu dan kayu olahan - Ilustrasi/kemenperin.go.id

Bisnis.com, JAKARTA--Asosiasi pengusaha kayu gergajian dan kayu olahan (ISWA) tidak setuju dengan usulan perluasan penampang ekspor kayu bentukan atau moulding dari 10.000 mm² menjadi 20.000 mm².

Ketua ISWA Soewarni mengatakan pihaknya sudah mengajukan perluasan penampang ekspor moulding yang ideal tersebut. "ISWA tidak setuju. ISWA sudah mengusulkan perluasan penampang ekspor itu idealnya hanya menjadi 1.200 mm², baik untuk non merbau maupun merbau," kata Soewarni kepada Bisnis, baru-baru ini.

Dia mengatakan alasan utama perluasan penampang ekspor menjadi 12.000 mm² karena menyesuaikan dengan batasan proses olahan kayu mesin moulding. Selain itu, jika perluasan penampang ekspor moulding menjadi 20.000 mm², hal tersebut tidak ada bedanya dengan mengekspor kayu gergajian. 

Adapun sejak 2001, ekspor kayu gergajian dilarang melalui kesepakatan antara Menteri Kehutanan kala itu, Zulkifli Hasan, dan Menteri Perindustrian dan Perdagangan kala itu, Rini Soemarno, dengan pertimbangan kerap terjadinya penebangan liar dan perdagangan gelap oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab sehingga mengganggu kelestarian hutan.

"Kalau luas penampangnya jadi 20.000 mm², apa bedanya dengan kayu gergajian?" kata Soewarni.

Tahun lalu, produksi kayu moulding Perhutani mencapai 7.100 m³ dengan nilai ekspor mencapai Rp126 miliar. Adapun tujuan ekspornya ke China, Jepang, Prancis, Swedia, Amerika Serikat, dan Australia.

Sebelumnya, Indroyono Soesilo, Ketua Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), meminta pemerintah untuk melonggarkan sejumlah regulasi seperti memberikan izin ekspor kayu gergajian jenis kayu selain merbau dari Papua dan Papua Barat dan perluasan penampang ekspor kayu moulding dari 10.000 mm² menjadi 20.000 mm².

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kehutanan kayu
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top