Waduk Multifungsi; Menikmati Alam dan Budaya di Bendungan Kuwil

Waktu telah lewat tengah hari, saat saya dan rombongan tiba di Bendungan Kuwil yang berlokasi di Kabupaten Minahasa Utara. Mendung gelap menghampiri dan angin kencang menerpa di galeri bendungan itu.
MediaDigital
MediaDigital - Bisnis.com 19 Juli 2019  |  17:17 WIB
Waduk Multifungsi; Menikmati Alam dan Budaya di Bendungan Kuwil
Lansekap di Sekitaran Lokasi Bendungan Kuwil di Kabupaten Minahasa Utara yang akan Dijadikan Sebagai Obyek Wisata. Bisnis - Lukas Hendra

Bisnis.com, MANADO -- Waktu telah lewat tengah hari, saat saya dan rombongan tiba di Bendungan Kuwil yang berlokasi di Kabupaten Minahasa Utara. Mendung gelap menghampiri dan angin kencang menerpa di galeri bendungan itu.

Sebelum memasuki galeri, para pelancong disambut dengan sejumlah gazebo berbahan kayu dan bambu. Tak jauh, juga terdapat waruga alias makam kuno yang telah direlokasi ke dalam satu kawasan.

Di ujung galeri, pelancong nantinya dapat melihat keindahan Bendungan Kuwil dari atas. Namun, yang saya lihat kali ini adalah pembangunan tiada henti dari para pekerja demi menuntaskan bendungan ini pada tahun depan.

Hanya saja, bukan berarti tak ada pemandangan yang menakjubkan. Pemandangan perbukitan hijau di belakang proyek bendungan yang berpadu dengan dinginnya udara sekitar memberikan kesan tersendiri di tengah gelapnya mendung kala itu.

Kepala Satuan Kerja Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sulawesi I Novie Maxi Ilat mengungkapkan bendungan Kuwil ini berbeda dengan bendungan lain. Di sini, lanjutnya, ada situs budaya yakni waruga.

Menurutnya, waruga saat ini telah direlokasi dari lokasi semula yang berada di sekitaran bendungan yang kemudian dipusatkan di area tertentu. Nantinya, di seputaran lokasi, akan dibuatkan galeri untuk informasi mengenai pembangunan waduk dan juga informasi mengenai situs budaya.

“Yakni sejarah Minahasa dan informasi mengenai waruga sendiri akan ditonjolkan. Jadi memang selain wisata waduk, di sini ada untuk wisata budaya,” katanya saat ditemui Bisnis, beberapa waktu lalu.

Lansekap Pekerjaan Bendungan Kuwil di Kabupaten Minahasa Utara. Bisnis / Lukas Hendra

Total terdapat 84 waruga dan satu tugu bersejarah yang telah direlokasi ke lokasi penataan seluas satu hektare yang terletak di sekitar pembangunan waduk.

Novie menambahkan bendungan Kuwil merupakan bendungan multifungsi. Selain untuk pengendalian banjir Kota Manado, juga untuk penyediaan air baku. Selain itu, juga terdapat pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH), serta memiliki fungsi untuk menunjang pariwisata.

Menurutnya, untuk pengendalian banjir, bendungan ini nantinya bisa mereduksi banjir hingga 400 meter kubik per detik. Sementara, untuk penyediaan air baku di tiga kota yakni Kota Manado, Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara dengan jumlah air baku 4 meter kubik per detik. Adapun, PLTMH memiliki kapasitas sebesar 2 x 0,7 megawatt.

“Untuk pengembangan pariwisata, mudah-mudahan bendungan Kuwil ini menjadi penunjang datangnya baik wisatawan domestik maupun asing,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, progress pembangunan fisik sudah mencapai 59% yang ditargetkan dapat diselesaikan pada 2020, atau sesuai kontrak. Kendati demikian, pembangunan proyek ini juga bukan tanpa masalah.

Novie mengaku saat ini, pembebasan lahan sudah 84%. Sisanya, merupakan lahan yang saat ini masih berproses di Pengadilan Negeri Airmadidi. Untungnya, sisa lahan yang belum dibebaskan tersebut lebih banyak di area greenbelt atau kawasan sabuk hijau di sekitar bendungan sehingga tidak menggangu pekerjaan.

Dia berharap sisa lahan yang belum terbebaskan tersebut dapat diselesaikan pada tahun ini. Padahal, lanjutnya, dana dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) sudah siap.

“Kalau putusan pengadilan sudah ada, itu kita segera proses pembayarannya ke LMAN,” katanya.

Dia mengungkapkan pekerjaan utama yang cukup membutuhkan waktu adalah pekerjaan untuk membuat terowongan. Menurutnya, pada tahun lalu ada kendala perebutan batu dari mesin pemecah batu (stone crusher) dengan proyek jalan tol Manado-Bitung. Namun, kendala tersebut diatasi dengan ada beberapa rencana aksi.

“Target kita per hari yang berkurang sehingga memperlambat. Tetapi dengan program dan kaji ulang, action plan untuk kejar ketertinggalan, tahun depan kita usahakan selesai sesuai dengan rencana awal,” ujarnya.

Saat ini, kontraktor tengah mengerjakan pengeboran untuk diafragma wall untuk pondasi. Pengeboran ini merupakan imbas dari perubahan desain awal pada tahun lalu. Pasalnya, saat dilakukan investigasi terdapat lapisan pasir yang membuat rembesan cukup tinggi.

Oleh karena itu, pembahasan dilakukan dengan Komisi Keamanan Bendungan yang rekomendasinya untuk pondasi menggunakan diafragma wall. Rencananya akan ada 256 titik pengeboran dan saat ini sudah 56 titik pengeboran.

“Diharapkan bulan Juli bisa selesai. Kalau sudah, kita akan mulai melakukan penimbunan untuk inti bendungan dan diikuti pekerjaan-pekerjaan yang lain,” katanya.

Seperti diketahui, pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan dikerjakan oleh PT. WIKA - DMT, KSO , PT. Nindya Karya (Persero) Tbk dengan total nilai kontrak sebesar Rp 1,41 triliun dengan biaya pengadaan lahan sebesar Rp232 miliar.

Bendungan Kuwil Kawangkoan yang berada pada Kabupaten Minahasa Utara merupakan bagian program pembangunan 49 bendungan baru Kementrian PUPR dalam periode 2015 - 2019. Program ini sejalan dengan Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla untuk kedaulatan pangan dan ketahanan air nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bendungan, Kementerian PUPR

Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top