Gabung Gofleet, Mitra Go-Car Harus Bayar Rp1,5 Juta

Mitra pengemudi Go-Car yang ingin bergabung dalam Gofleet, layanan hasil patungan PT Astra International Tbk. dan Gojek Indonesia, harus membayar Rp1,5 juta saat awal bergabung.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  17:43 WIB
Gabung Gofleet, Mitra Go-Car Harus Bayar Rp1,5 Juta
Presiden Direktur Gofleet Melisa M. Rusli (kanan) saat memberikan keterangan dalam peluncuran Gofleet pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (18/7/2019. Gofleet merupakan perusahaan patungan antara PT Astra International Tbk dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) yang dibentuk guna meningkatkan pendapatan pengemudi Go-Car. - Rinaldi M Azka

Bisnis.com, TANGERANG – Mitra pengemudi Go-Car yang ingin bergabung dalam Gofleet, layanan hasil patungan PT Astra International Tbk. dan Gojek Indonesia, harus membayar Rp1,5 juta di saat awal bergabung.

Chief Operating Officer Gofleet, Pandu Adilaras mengungkapkan bagi mitra pengemudi Go-Car yang ingin menggunakan layanan Gofleet harus membayar biaya komitmen atau commitment fee di awal serta biaya berlangganan.

"Jadi ini kita lebih sebutnya biaya berlangganan, tidak ada beban tambahan untuk memiliki mobil. Mereka tinggal bayar biaya komitmen di depan, kemudian mereka bisa pakai kendaraannya itu," katanya pada Peluncuran Gofleet dalam Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, Kamis (18/7/2019).

Dia menjelaskan biaya awal yang harus dibayar oleh pengemudi sejumlah Rp1,5 juta. Setelah bergabung, mitra pengemudi dikenakan biaya berlangganan setiap minggunya sebesar Rp1,18 juta yang akan dipotong sebesar Rp170.000 per hari.

Dengan biaya sebesar itu, mitra pengemudi mendapatkan fasilitas berupa peminjaman kendaraan, perawatan, perbaikan kendaraan yang dikelola oleh Gofleet di bengkel milik Astra, serta asuransi ketika mengalami kecelakaan.

Selain itu, driver Go-Car juga berkesempatan mendapat penghasilan tambahan dari media iklan yang akan dipasangkan di kendaraan berupa layar LED, car wrap dan vending machine di dalam mobil.

"Itu sudah dapat semua, perawatan mobil, kalau ada rusak bisa diberikan ke kita, ada emergency di jalan bisa bantu 24 jam, kita juga ada asuransi kalau ada kecelakaan di jalan itu juga tertutupi dengan asuransi,” katanya.

Dia mengatakan jenis mobil yang disewakan oleh Gofleet ada dua jenis yakni Toyota New Avanza dan Daihatsu Grand Xenia.

Tujuan kita customer kita mitra pengemudinya, kita ingin memberikan mereka tambahan pendapatan dgn pemasangan iklan di mobilnya ini.

Pandu mengatakan tidak akan ada diskriminasi antara pengemudi Go-Car umum dengan pengguna layanan Gofleet yang tidak memerlukan kepemilikan kendaraan.

"Ide awalnya karena ini nomor satu memudahkan driver, kita dengar banyak pendapat mitra pengemudi dan kita melihat bisa memberikan solusi itu ke mitra pengemudi juga, ini jadi kebutuhan mitra," katanya.

Mitra pengemudi Go-Car yang ingin menggunakan layanan Gofleet akan melalui tahap seleksi dan administrasi dari mitra Gofleet, dokumen verifikasi, pelatihan dan proses bayar commitment fee dan subscription fee. Proses tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sehari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gojek, GIIAS 2019

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top