Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Potensi Ekspor Mi Instan ke Madagaskar Makin Terbuka Lebar

Pasta dan mi instan Indonesia sangat diminati konsumen Madagaskar dan telah dijual di sana selama sekitar 20 tahun.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  17:58 WIB
Petugas BPOM memeriksa makanan di salah satu supermarket, di Padang, Sumatra Barat, Minggu (18/6). Razia makanan ini untuk mengantisipasi beredarnya produk mi instan asal Korea yang mengandung bahan minyak babi. - Antara/Muhammad Arif Pribadi
Petugas BPOM memeriksa makanan di salah satu supermarket, di Padang, Sumatra Barat, Minggu (18/6). Razia makanan ini untuk mengantisipasi beredarnya produk mi instan asal Korea yang mengandung bahan minyak babi. - Antara/Muhammad Arif Pribadi

Bisnis.com, JAKARTA —Pasta dan mi instan Indonesia sangat diminati konsumen Madagaskar dan telah dijual di sana selama sekitar 20 tahun.

Direktur Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan Pradnyawati mengatakan, potensi peningkatan ekspor mi instan ke Madagaskar juga masih sangat besar.

Terlebih, pangsa pasar mi instan Indonesia di negara tersebut masih relatif kecil, yaitu 5%, sementara volume impor Madagaskar terus meningkat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai ekspor Indonesia ke Madagaskar untuk produk pasta dan mi instan tercatat sebesar US$3,2 juta pada 2018. Nilai tersebut meningkat 14,76% dibandingkan dengan 2017 yang mencapai US$2,8 juta.

Sementara itu, kinerja ekspornya pada 2019 cukup terpengaruh akibat penyelidikan safeguard ini. Selama periode Januari–Mei 2019, Indonesia membukukan nilai ekspor sebesar US$1,2 juta atau turun 16,92% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu yaitu US$1,4 juta.

“Pasta dan mi instan merupakan salah satu produk ekspor unggulan Indonesia ke Madagaskar dan sangat didorong ekspornya. Untuk itu, berbagai jenis hambatan perdagangan termasuk safeguard yang diberlakukan negara-negara tujuan ekspor, termasuk Madagaskar, akan kami upayakan penanganannya guna mendukung peningkatan ekspor,” tegas Pradnyawati dalam siaran pers, Kamis (18/7/2019).

Pradnyawati juga menegaskan, hasil positif penyelesaian hambatan perdagangan kali ini merupakan hasil berbagai upaya yang ditempuh Pemerintah Indonesia bersama dengan produsen/eksportir terkait.

Mulai dengan penyampaian sanggahan tertulis dan dua kali konsultasi di Antananarivo dengan Otoritas Madagaskar; Kementerian Perdagangan, Industri, dan Kerajinan Tangan Madagaskar; dan Kementerian Luar Negeri Madagaskar.

Selain itu, dilakukan pembentukan aliansi dengan importir untuk menghadapi Otoritas Madagaskar dari dalam demi terbukanya akses pasar produk ekspor Indonesia. T

otal perdagangan Indonesia-Madagaskar pada periode Januari—Mei 2019 telah mencapai US$51,8 juta dengan neraca surplus untuk Indonesia sebesar US$2,1 juta. Sementara itu, total perdagangan kedua negara pada 2018 tercatat sebesar US$144,7 juta, menurun dibandingkan total perdagangan 2017 yang sebesar US$177,2 juta.

Komoditas ekspor utama Indonesia ke Madagaskar pada 2018 adalah minyak sawit, sabun, organic surface-active agents (kecuali sabun), pasta, dan produk kertas. Sementara itu, Indonesia mengimpor produk cengkih, minyak esensial, nikel tidak ditempa, biji cokelat, dan kapas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mi instan
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top