PUPR Dorong Penggunaan Teknologi Pembangunan Infrastruktur

Salah satu teknologi konstruksi yang diharapkan mampu memberi kontribusi pada percepatan pembangunan infrastruktur tersebut adalah teknologi trenchless.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 17 Juli 2019  |  10:20 WIB
PUPR Dorong Penggunaan Teknologi Pembangunan Infrastruktur
Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin (kiri) ketika membuka acara Trenchless Asia 2019 di Kemayoran, Rabu (17/7/2019). - Krizia P. Kinanti

Bisnis.com, JAKARTA— Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dalam beberapa kesempatan selalu menegaskan bahwa pembangunan Infrastruktur di Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan konstruksi dengan cara biasa.

Oleh karena itu, katanya, diperlukan inovasi yang dikenal dengan lima terobosan percepatan pembangunan infrastruktur, yaitu peraturan pengadaan lahan, koordinasi yang baik antarlembaga, pendanaan inovatif, kepemimpinan yang kuat, serta dukungan inovasi dan teknologi.

“Oleh karena itu, kebijakan sektor konstruksi nasional tentunya harus mendorong penggunaan teknologi yang memberi solusi pada permasalahan yang dihadapi saat ini sehingga pembangunan infrastruktur dapat berjalan dengan lebih cepat, lebih mudah, dan tentunya lebih baik”, ujar Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin saat membuka acara Trenchless Asia 2019, Rabu (17/7/2019).

Salah satu teknologi konstruksi yang diharapkan mampu memberi kontribusi pada percepatan pembangunan infrastruktur tersebut adalah teknologi trenchless.

Teknologi ini mengintegrasikan teknologi digital jasa konstruksi yang dipergunakan untuk memasang infrastruktur bawah tanah tanpa mengganggu bangunan atau bentang alam yang ada di atasnya.

Keuntungan dari pemanfaatan teknologi ini antara lain; lebih ramah lingkungan, meminimalisasi dampak sosial terhadap terhadap kondisi di sekitar lokasi proyek, meminimalisasi terjadinya kecelakaan kerja konstruksi, durasi proyek lebih singkat sehingga biaya konstruksinya lebih murah, dan menjamin pencapaian kualitas konstruksi.

”Segala kelebihan teknologi ini seharusnya dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku industri konstruksi di Indonesia dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur seperti pemasangan kabel serat optik dan kabel listrik, instalasi pipa air bersih dan air limbah, instalasi pipa gas, atau sekadar melakukan pemeliharaan jaringan utilitas dan perpipaan yang sudah ada”, ujar Syarif.

Kementerian PUPR sudah mulai menggunakan teknologi ini pada beberapa proyek, seperti pada proyek sudetan Kali Ciliwung ke Banjir Kanal Timur, proyek pembangunan jalan tol Cisumdawu, proyek pembangunan air limbah di beberapa kota besar di Indonesia yaitu Denpasar, Yogyakarta, dan Medan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
konstruksi, teknologi konstruksi, Kementerian PUPR

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top