Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Crane Pelabuhan Tanjung Emas Roboh : Dirut Pelindo III Doso Agung Turun Tangan

PT Pelabuhan Indonesia III menempuh dua cara untuk membuat pelayanan bongkar muat di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) kembali normal setelah satu container crane roboh karena tertabrak kapal MV Soul of Luck. 
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  06:26 WIB
JIBI - Pelindo III
JIBI - Pelindo III

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pelabuhan Indonesia III menempuh dua cara untuk membuat pelayanan bongkar muat di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) kembali normal setelah satu container crane roboh karena tertabrak kapal MV Soul of Luck. 

Pertama, saat proses evakuasi container crane (CC) 03 yang ambruk selama 4 hari-5 hari ke depan, Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III memastikan semua layanan jadwal tambat kapal internasional (windows schedule) tidak ada yang pindah hari, tetapi hanya bergeser jam.

Kedua, memindahkan CC 08 dari dermaga utara ke dermaga selatan, yang membutuhkan waktu sekitar dua pekan pascakejadian. 

Direktur Utama PT Pelindo III Doso Agung menyatakan kedua cara itu diharapkan menjaga jadwal pelayanan kapal peti kemas internasional dan domestik di TPKS beroperasi normal seperti sediakala. 

“Apabila setelah relokasi CC tersebut terjadi penurunan kinerja pada terminal domestik, akan dilakukan penambahan peralatan sebelum CC pengganti tiba,” katanya dalam siaran pers, Senin (15/7/2019).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Tanjung Emas Ahmad Wahid mengklarifikasi maksud dari 'keterlibatan kapal pandu dan kapal tunda milik anak usaha Pelindo III, Pelindo Marine Service', seperti dikemukakan sehari sebelumnya. 

“Keberadaan kapal pandu dan kapal tunda dalam setiap proses penyandaran kapal ke dermaga merupakan hal yang wajib dilakukan untuk menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran di pelabuhan. Jadi, adanya keterlibatan tersebut merupakan prosedur yang benar,” ujarnya. 

Wahid menyampaikan, semua pihak harus menunggu hasil dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tentang penyebab insiden di TPKS. Menurut analisis awal dan pengakuan saksi-saksi mata, kemungkinan besar penyebab insiden adalah kegagalan fungsi mesin kapal MV Soul of Luck untuk melambatkan laju ketika bermanuver di kolam pelabuhan. Akibatnya, kapal tetap menabrak dermaga dan CC. 

Dua kapal tunda yang mencoba membantu saat itu pun gagal memperlambat karena jarak dengan dermaga sudah terlampau dekat sehingga benturan dengan crane tidak dapat dihindari.  “Ini murni kecelakaan, tidak ada kesengajaan dan kelalaian,” kata Wahid.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan tanjung emas pelindo iii
Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top