Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Sarankan Badan Usaha Beli Solar Industri Ke Pertamina

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyarankan badan usaha untuk membeli solar kepada PT Pertamina (Persero) dengan mempertimbangkan ketersediaan pasokan dalam negeri.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  09:10 WIB
Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) ke truk tangki di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. - ANTARA/Didik Suhartono
Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) ke truk tangki di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. - ANTARA/Didik Suhartono

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyarankan badan usaha untuk membeli solar kepada PT Pertamina (Persero) dengan mempertimbangkan ketersediaan pasokan dalam negeri.

Pelaksana Tugas Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan kalau Pertamina kelebihan pasokan solar, badan usaha dapat melakukan penjualan secara business to business (b to b)dengan Pertamina. Menurutnya, selama ini pasokan solar Pertamina jenis cetane number 48 sehingga badan usaha lain dapat memanfaatkan pasokan dalam negeri.

“Kalau jual, yang jenisnya sama. Kalau beda, tidak bisa lah. Selama Pertamina punya, ya beli dari Pertamina, lebih bagus begitu,” katanya, Senin (15/7/2019).

Pihaknya menyeleksi pemberian izin impor solar industri dengan ketersediaan dalam negeri. Adapun badan usaha yang melakukan impor untuk solar dengan cetane number 51 dimungkinkan untuk diberikan izin, mengingat Pertamina juga kekurangan pasokan.

Dia menambahkan selama kesepakatan (b to b) terselenggara, maka transaksi dapat diimplementasikan. “Yang teken rekomendasi kan saya. Sebelum saya teken, saya suruh negosiasi dulu dengan Pertamina selama barangnya ada,” katanya.

Terpisah, Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengamini langkah pemerintah untuk menyarankan badan usaha menyerap solar dari Pertamina. Hal tersebut dinilai sebagai langkah menghemat cadangan devisa.

“Ibaratnya memangkas impor juga. Tapi, semuanya disesuaikan kebutuhan,” katanya, ketika dihubungi Bisnis.com.

Adapun target penjualan BBM segmen industri Pertamina ditargetkan mencapai 23,12 juta kiloliter (KL) dengan realisasi penjualan sebesar 9,35 juta KL per Mei 2019. Dari sisi target kinerja sektor hilir, Pertamina tahun lalu meraup pendapat senilai US$39,97 miliar, meningkat dari pendapatan sektor hilir 2017 senilai US$33,5 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga BBM pertamina solar
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top