Wisata Alam Dorong Multiusaha Industri Kehutanan

Pemerintah akan mendorong pengembangan wisata alam sebagai salah satu skema pemanfataan hutan guna meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor kehutanan.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh - Bisnis.com 12 Juli 2019  |  21:19 WIB
Wisata Alam Dorong Multiusaha Industri Kehutanan
Wisatawan berfoto di atas anjungan bambu di lokasi wisata alam bukit Seroja, Desa Tlogo, Garung, Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (25/10). - ANTARA/Anis Efizudin

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah akan mendorong pengembangan wisata alam sebagai salah satu skema pemanfataan hutan guna meningkatkan penerimaan negara bukan pajak dari sektor kehutanan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengatakan, pemanfaatan jasa lingkungan dan pengembangan wisata alam akan menjaga ketahanan ekonomi nasional, dan berkontribusi pada penerimaan negara.

Selain itu, menurut Siti, di tengah kinerja ekspor yang kurang memuaskan akibat situasi perang dagang AS-China, pengembangan wisata alam sangat potensial untuk dikembangkan sebagai bisnis pemanfaatan hutan yang berkelanjutan.

"[Ke depan] lokasi-lokasi yang potensial akan dikembangkan [wisata alamnya] demi kesejahteraan dan peningkatan ekonomi masyarakat," kata Siti dalam keterangan resminya, Jumat (12/7/2019).

Siti menambahkan, menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) usaha wisata alam memberi kontribusi besar terhadap kas negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Selama tiga tahun terakhir, PNBP yang disumbangkan wisata alam ke kas negara mencapai Rp451,59 miliar. Tahun ini, KLHK menargetkan penerimaan PNBP wisata alam dari hutan konservasi mencapai Rp131,2 miliar dengan realisasi sampai Juni 2019 sudah mencapai Rp78,4 miliar. 

Kontribusi yang cukup besar itu dikatakan Siti ditunjang kenaikan jumlah pengunjung wisata alam, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Selain PNBP, usaha wisata alam juga menyerap banyak tenaga kerja. Tahun lalu tercatat, tenaga kerja langsung yang diserap mencapai 1.575 orang. Di sisi lain, jumlah tenaga kerja yang terserap secara tidak langsung jauh lebih besar dilihat dari berbagai usaha jasa masyarakat seperti transportasi, kuliner, souvenir dan pemandu wisata.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri kehutanan, wisata alam

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top