Wapres JK Ingatkan Pilihan Kebijakan di Industri Baja

Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai pemerintah harus memilih antara menyelamatkan korporasi dengan memberikan perlindungan harga atau membuka ruang masyarakat mendapatkan produk terbaik dengan harga terjangkau.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 11 Juli 2019  |  14:34 WIB
Wapres JK Ingatkan Pilihan Kebijakan di Industri Baja
Pekerja memotong lempengan baja panas di pabrik pembuatan hot rolled coil (HRC) PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Cilegon, Banten - ANTARA/Asep Fathulrahman

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai pemerintah harus memilih antara menyelamatkan korporasi dengan memberikan perlindungan harga atau membuka ruang masyarakat  mendapatkan produk terbaik dengan harga terjangkau.

Hal ini disampaikan Jusuf Kalla terkait tertekannya industri baja dan semen nasional akibat membanjirnya produk dari China.

Menurutnya, untuk bisa bersaing dengan produk dari negeri tirai bambu itu maka industri baja nasional seperti PT Krakatau Steel Tbk. (Persero) harus melakukan moderenasi sehingga meningkatkan efisiensi.

[Contoh sekarang] Indonesia bikin baja harganya US$600 per ton Sementara China membuat produk yang sama biayanya US$400. Artinya kalau harga pasar US$500 per ton, dia [China sudah] untung US$100 per tahun, sementara kita rugi US$100.

'Akibatnya semakin banyak produksi  oleh Krakatau Stell maka makin rugi. Karena teknologi lama,” kata Jusuf Kalla di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Jusuf kalla menambahkan untuk itu industri harus bergerak semakin efisien. Indonesia tidak mungkin menerapkan proteksionisme dengan memberlakukan  hambatan tarif.

“[Pemerintah tidak mungkin] untuk melindungi [khusus untuk korporasi tertentu], tidak bisa. Kita dalam industri terbuka saat ini [karena Indonesia memiliki perjanjian dagang dengan banyak negara],” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
baja, krakatau steel

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top