KABAR PASAR 10 JULI: Pasar Saham Kian Memikat, Awas Bumerang Insentif Pajak

Berita meningkatnya transaksi perdagangan saham serta risiko gap penerimaan pajak pemerintah menjadi sorotan media massa hari ini, Rabu (10/7/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 10 Juli 2019  |  08:29 WIB
KABAR PASAR 10 JULI: Pasar Saham Kian Memikat, Awas Bumerang Insentif Pajak
Ilustrasi penagihan pajak. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Berita meningkatnya transaksi perdagangan saham serta risiko gap penerimaan pajak pemerintah menjadi sorotan media massa hari ini, Rabu (10/7/2019).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Transaksi Broker Meningkat, Pasar Saham Kian Memikat. Setelah mencetak kinerja positif sepanjang semester I/2019, pasar modal di Tanah Air dipastikan akan lebih atraktif pada paruh kedua tahun ini seiring dengan meningkatnya transaksi perdagangan saham. (Bisnis Indonesia)

Awas, Bumerang Insentif Pajak. Agresivitas pemerintah dalam menerbitkan insentif pajak berisiko memperlebar gap penerimaan. Di sisi lain, pemerintah tidak memiliki kebijakan khusus untuk memitigasi risiko yang diakibatkan oleh kebijakan-kebijakan tersebut. (Bisnis Indonesia)

BI Susun Peta Jalan Pendampingan. Bank Indonesia akan menyusun peta jalan atau roadmap pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berorientasi ekspor dan berbasis digital. (Bisnis Indonesia)

Insentif Pajak Dunia Usaha Makin Besar. Pemerintah terus menebar insentif pajak. Kali ini, insentif pajak superdeduction tax bagi badan usaha yang menyelenggarakan vokasi serta menyelenggarakan penelitian dan pengembangan tertentu di dalam negeri. (Kontan)

Penjualan Eceran Melambat. Penjualan ritel bulan Mei 2019, mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi, setelah sempat melandai pada bulan April lalu. Ini terindikasi dari hasil Survei Penjualan Eceran yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI). (Kontan)

Tambahan Penerimaan Rp 6 Triliun di 2020. Kementerian Keuangan (Kemkeu) berencana menyatukan batasan produksi sigaret putih mesin (SPM) dan sigaret kretek mesin (SKM) menjadi tiga miliar batang mulai tahun depan. Penggabungan klasifikasi produksi ini untuk mencegah terjadinya penghindaran tarif, dari perusahaan rokok dengan cara menjaga produksi di bawah tiga miliar batang, agar tidak kena tarif cukai tinggi. (Kontan)

Bank Agresif Genjot Kredit Properti. Industri perbankan masih agresif menggenjot penyaluran kredit properti, meski tren permintaan kredit properti tengah menurun. Agresivitas bank di sektor properti akan turut mendongkrak penyaluran kredit secara keseluruhan karena kredit properti memiliki porsi sekitar 18 persen terhadap total kredit perbankan. (Investor Daily)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabar pasar

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top