KABAR PASAR 9 JULI: Prospek Bisnis-27 Positif, Penerimaan Negara 2019: Akankah Kinerja 2018 Terulang?

Berita mengenai LinkAja yang menggandeng empat perusahaan unicorn serta ekonomi Indonesia yang menghadapi jalan terjal menjadi sorotan media massa hari ini, Selasa (9/7/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 09 Juli 2019  |  08:07 WIB
KABAR PASAR 9 JULI: Prospek Bisnis-27 Positif, Penerimaan Negara 2019: Akankah Kinerja 2018 Terulang?
Chief Executive Officer LinkAja Danu Wicaksana memberikan penjelasan, di Jakarta, Kamis (4/7/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai LinkAja yang menggandeng empat perusahaan unicorn serta ekonomi Indonesia yang menghadapi jalan terjal menjadi sorotan media massa hari ini, Selasa (9/7/2019).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

LinkAja Merangkul 4 Unicorn. Setelah sepekan diluncurkan, platform pembayaran digital LinkAja menggandeng empat unicorn Indonesia untuk mengakselerasi penambahan pelanggan dan ekosistem pembayaran nontunai di Tanah Air. (Bisnis Indonesia)

Ekonomi Indonesia Hadapi Jalan Terjal. Pemerintah dan DPR memilih konservatif dalam menetapkan pertumbuhan ekonomi tahun depan, setelah kinerja ekonomi nasional sampai sejauh ini dinilai kurang menggembirakan (Bisnis Indonesia)

Pengadaan Core Tax System Molor. Pengadaan sistem inti perpajakan atau core tax system terancam molor. Pasalnya, proses pengadaan procurement agent yang sedianya dilakukan sejak 2 April 2019 mundur sampai dengan September 2019. (Bisnis Indonesia)

Konsumsi Tetap Jadi Penopang. Konsumsi masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2019. Kencangnya laju konsumsi ini disebabkan oleh tingginya belanja masyarakat sejalan dengan perhelatan pemilihan umum April lalu. (Bisnis Indonesia)

Nilai Perdagangan Digital Bertambah Besar. Kekuatan bisnis e-commerce kian mencengkeram pasar dalam negeri. Kekuatan dan nilainya makin mendominasi ekonomi. (Kontan)

Ekonomi 2020 Dipatok 5,2%–5,5%. Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sepakat menetapkan target pertumbuhan Ekonomi tahun 2020 mendatang, di kisaran 5,2%–5,5%. Angka patokan ini lebih rendah dari usulan pemerintah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2020 yang berkisar 5,3%–5,6%. Batas bawah hasil kesepakatan ini juga lebih rendah ketimbang target di APBN 2019 sebesar 5,3%. (Kontan)

Pertumbuhan Masih Stagnan. Bank Indonesia (BI) memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia periode Maret-Juni 2019 stagnan dari kuartal sebelumnya. Penyebabnya karena perang dagang antara Amerika Serikat (AS)-China mulai berjalan. (Kontan)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabar pasar

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top