Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konsumsi Sayur Rendah, Produksi Benih Ewindo Terkoreksi Tipis

Produsen benih sayuran PT East West Seed Indonesia (Ewindo) mencatatkan penurunan produksi benih hortikultura sebesar 5% pada Semester I/2019. Adapun, produksi benih mereka pada periode yang sama tahun lalu mencapai 1.250 ton.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh - Bisnis.com 04 Juli 2019  |  18:19 WIB
Managing Director PT East West Seed Indonesia (Ewindo) Glenn Pardede (kiri) berbincang dengan Ketua KTNA Winarno Tohir saat peluncuran benih unggul kacang hijau VIMA 1, di Jakarta, Rabu (7/11/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Managing Director PT East West Seed Indonesia (Ewindo) Glenn Pardede (kiri) berbincang dengan Ketua KTNA Winarno Tohir saat peluncuran benih unggul kacang hijau VIMA 1, di Jakarta, Rabu (7/11/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, DEPOK – Produsen benih sayuran PT East West Seed Indonesia (Ewindo) mencatatkan penurunan produksi benih hortikultura sebesar 5% pada Semester I/2019. Adapun, produksi benih mereka pada periode yang sama tahun lalu mencapai 1.250 ton.

Presiden Direktur Ewindo Glenn Pardede mengatakan penurunan permintaan benih disebabkan melemahnya harga sayur di pasaran.

 “Kami melihat penurunan pembelian benih pada Semester I tahun ini lebih disebabkan faktor turunnya harga sayuran di pasaran karena kurangnya konsumsi sayur,” katanya kepada Bisnis, Kamis, (4/7).

 Menurut hasil pengamatannya, melemahnya harga sayur menyebabkan petani tidak menanam dan permintaan benih menjadi berkurang.

 Glenn menambahkan permintaan benih dari korporasi yang terkenal dengan sebutan "Cap Panah Merah" sepanjang enam bulan awal tahun didominasi benih berharga murah seperti kangkung, kacang panjang, timun dan pare.

 Dia memprediksikan kinerja produksi benih pada semester II/2019 tetap akan mengalami penurunan sebesar 5% sama seperti kinerja produksi semester I/2019. Adapun, Ewindo mencatatkan volume produksi benih pada tahun lalu mencapai 2.500 ton.

Meskipun demikian, dia tetap optimistis harga sayuran di pasaran akan beranjak normal pasca usainya polemik politik di Indonesia. “Kemarin pasca-selesainya masalah pemilu, saya lihat harga cabai kan mulai merangkak naik ya, jadi optimistis lah akan normal lagi harganya,” tandasnya.

Glenn mengatakan untuk mendorong pertumbuhan produksi dan penjualan benih, pihaknya akan melakukan edukasi terkait pentingnya mengkonsumsi sayur kepada mahasiswa. 

“Jadi, tahun ini kami akan lebih banyak melakukan edukasi terkait pentingnya konsumsi sayur, jadi kami pendekatannya lebih ke edukasi, supaya konsumsi sayuran meningkat, jadi, secara tidak langsung kami juga mendapatkan keuntungan,” tandasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hortikultura ewindo
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top