KLHK Gunakan Kacang Macadamia untuk Rehabilitasi Lahan

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggunakan kacang Macadamia untuk merehabilitasi hutan dan lahan.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh - Bisnis.com 30 Juni 2019  |  10:23 WIB
KLHK Gunakan Kacang Macadamia untuk Rehabilitasi Lahan
Repro

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggunakan kacang Macadamia untuk merehabilitasi hutan dan lahan.

Adapun kacang Macadamia merupakan genus dari delapan spesies tumbuhan dari familia Proteaceae, tersebar di Australia timur, dan Sulawesi. Pohonnya berukuran 6-40 meter, daunnya memiliki panjang 6-30 cm dan lebar 2-13 cm, bunga 10-15 mm, berwarna putih sampai ungu, buahnya memiliki satu atau dua biji. 

Selain untuk rehabilitasi hutan dan lahan (RHL), manfaat kacang macadamia lainnya adalah memiliki ekonomi yang tinggi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan selain berdampak positif terhadap ekologis lingkungan, kacang macadamia dapat diolah untuk dijadikan makanan.

"[Bisa diolah] jadi camilan, selain itu, macadamia bisa menjadi olahan campuran untuk cokelat, sehingga, harganya lebih mahal. Ibarat peribahasa, 'sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui', dengan menanam Macadamia terjadi penghutanan, buahnya bisa dimakan, dan harganya pun tinggi," ujar Menko Darmin seperti dikutip dari keterangan resminya, Sabtu, (29/6).

Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (PDASHL) KLHK, Hudoyo menyampaikan, penanaman Macadamia diharapkan dapat menjadi titik temu persoalan tenure, degradasi lahan, dan kebutuhan ekonomi rumah tangga masyarakat.

"Jenis ini dapat mengatasi kebutuhan hidup para penggarap lahan, dan dapat digarap bersama sama dengan institusi kehutanan di tingkat tapak yaitu KPH, dengan menggunakan system agroforestry, sehingga kebutuhan jangka pendek dapat terpenuhi dan kebutuhan jangka panjang bisa dicapai," lanjut Hudoyo.

Menurutnya, macadamia mampu meningkatkan fungsi hidrologis, pengendalian erosi, tahan terhadap kebakaran dan kekeringan. Macadamia yang dikembangkan adalah jenis macadamia integrifolia, jenis ini terkenal sebagai penghasil kacang yang mempunyai nilai ekonomi tinggi yaitu sekitar Rp100 juta - Rp500 juta per hektare.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan pengembangan Macadamia untuk tanaman RHL akan dilaksanakan juga pada DAS-DAS prioritas.

"Tanaman ini merupakan pengganti tanaman hortikultura yang banyak ditanam pada kasus-kasus perambahan hutan seperti di hulu DAS Citarum, DAS Cimanuk, DAS Serayu dengan Dataran Tinggi Dieng nya, DAS Jeneberang-Sadang serta DAS Brantas," tuturnya.

Tahun ini, 600.000 macadamia akan tanam di lahan seluas 500 hektare.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penghijauan, klhk

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top