Penerapan Bagasi Berbayar Paling Masuk Akal Bagi Maskapai LCC

Pengamat penerbangan menilai penerapan bagasi berbayar menjadi upaya yang paling memungkinkan bagi maskapai berbiaya rendah untuk menjaga stabilitas pendapatan.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 24 Juni 2019  |  19:45 WIB
Penerapan Bagasi Berbayar Paling Masuk Akal Bagi Maskapai LCC
Ilustrasi - Petugas mendata barang pemudik sebelum di masukkan ke bagasi pesawat di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (13/6/2018)./ANTARA FOTO - Umarul Faruq

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat penerbangan menilai penerapan bagasi berbayar menjadi upaya yang paling memungkinkan bagi maskapai berbiaya rendah (low cost carrier/LCC) untuk menjaga stabilitas pendapatan.

Pengamat dari Aviation Consultant CommunicAvia Gerry Soedjatman mengatakan, bagasi berbayar menjadi peluang bagi maskapai LCC. Apalagi, arahan pemerintah untuk menurunkan harga tiket pada jadwal dan rute tertentu yang harus diimplementasikan dalam waktu sepekan mendatang pasti menjadi beban tambahan.

"Kalau LCC masih bisa menerapkan bagasi berbayar dan itu tidak diatur biayanya oleh pemerintah," kata Gerry, Senin (24/6/2019).

Secara terpisah, Citilink Indonesia belum bisa memastikan soal penerapan bagasi berbayar. Ketika dimintai konfirmasi ulang, Direktur Niaga Citilink Indonesia Benny Rustanto belum bisa memberikan penjelasan secara rinci.

Kendati demikian, opsi penerapan bagasi berbayar memang belum sepenuhnya dihapuskan oleh anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk. ini. Adapun, Kementerian Perhubungan sempat menunda pelaksanaan bagasi berbayar Citilink pada 5 Februari 2019.

Berdasarkan catatan Bisnis (28/3/2019), Citilink masih melakukan kajian terhadap pemberlakuan kembali bagasi berbayar. Terlebih, maskapai no frills seperti Citilink memang diperbolehkan untuk menerapkan kebijakan tersebut.

Benny menuturkan, banyak aspek yang akan menjadi pertimbangan maskapai sebelum memutuskan bagasi berbayar. Aspek tersebut antara lain perilaku penumpang, faktor permintaan dan penawaran, hingga prediksi reaksi publik.

Pihaknya mengakui bagasi berbayar bisa menambah pendapatan baru bagi maskapai LCC. Terlebih, maskapai layanan minimum ini perlu mengembangkan pendapatan nontiket agar kinerja keuangan tetap baik.

"Kami belum memastikan akan mengajukan kembali kapan. Kajian harus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang tepat," ujarnya.

Secara terpisah, Lion Air sudah semakin matang dalam pelaksanaan bagasi berbayar yang dilakukan sejak 7 Februari 2019. Lion mengimbau para penumpangnya yang akan membawa bagasi dapat melakukan pembelian voucher bagasi (pre-paid baggage) melalui agen perjalanan (agent travel), situs resmi, maupun kantor penjualan tiket Lion Air Group. 

"Pelanggan dapat membeli dengan harga lebih hemat pada saat dan setelah pembelian tiket [issued ticket], dengan batas waktu maksimum 6 jam sebelum keberangkatan," kata Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang M. Prihantoro.

Dia juga mengimbau kepada penumpang agar mempersiapkan rencana perjalanan lebih awal dengan. Penumpang akan mendapatkan nilai lebih ekonomis serta terjangkau dengan pilihan kapasitas bagasi yang disesuaikan keperluan. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
citilink, lion air, maskapai lcc, bagasi

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top