Tahun Ini Pertamina Tidak Bisa Berbuat Banyak di Mahakam

PT Pertamina (Persero) tidak dapat berbuat banyak untuk mendorong produksi minyak dan gas bumi dari Blok Mahakam tahun ini.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 23 Juni 2019  |  05:59 WIB
Tahun Ini Pertamina Tidak Bisa Berbuat Banyak di Mahakam
Pekerja beraktivitas di RIG Maera saat pengeboran sumur di masa transisi alih kelola ke PT Pertamina Hulu Mahakam, di South Tunu, Blok Mahakam, Kalimantan Timur, Senin (7/8). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA—PT Pertamina (Persero) tidak dapat berbuat banyak untuk mendorong produksi minyak dan gas bumi dari Blok Mahakam tahun ini.

Berdasarkan data SKK Migas, perkiraan kinerja produksi siap jual migas Blok Mahakam hingga akhir 2019 berdasarkan capaian year to date (ytd) sebesar 114.361 barrel oil equivalent per day (BOEPD) untuk gas dan 35.481 barrel oil per day (BOPD) untuk minyak.

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu mengatakan pihaknya berupaya menjaga stabilitas produksi hingga akhir tahun. Kinerja lifting gas bumi Blok Mahakam ytd per 31 Mei 2019 sebesar 118.571 BOEPD atau merosot dari kinerja 2018 sebesar 133.034 BOEPD. 

"Kalau sekarang kan yang jadi masalah kan angka untuk APBN 2019. Akhir tahun kita jaga seperti ini [sekarang] sudah baik, berarti stabil," katanya pekan lalu.

Menurutnya, Pertamina setidaknya akan melakukan pengeboran tiga sumur eksplorasi di Blok Mahakam serta melakukan aktivitas sesuai keadaan reservoarnya. Pihaknya mengaku terlalu dini mengumumkan hasil penelitian atas kondisi reservoar yang ada, dan baru akan mengetahuinya pada akhir tahun.

"Jadi investasi itu harus ditanamkan untuk mengimbangi decline produksi karena alamiah. penurunan alamiah harus di lawan dengan investasi," tegasnya.

Atas capaian kinerja hingga Mei 2019, Dharmawan menambahkan bahwa pihaknya harus lebih realistis untuk menetapkan target produksi, terutama terkait investasi.

Merujuk realisasi investasi di Blok Mahakam dua tahun ke belakang yang menurun, dianggap menjadi penyebab jebloknya kinerja salah satu wilayah kerja yang memiliki nama besar ini.

Dia menjelaskan dua tahun ke belakang investasi pengeboran menurun, terutama pada 2016 maupun 2017.

"Bahkan pada 2017 itu hanya 6 sumur yang dibor di Blok Mahakam. Nah itu mengakibatkan running rate pada 2018 itu gak seperti yang dibuat diprediksi pada 2014 dulu. Jadi memang investasi di masa transisi itu sangat penting sekali," ujarnya.

Tahun ini, Pertamina menggelontorkan investasi senilai US$1,9 miliar untuk sektor hulu dengan melakukan 98 proyek. Dari rencana penyelesaian pemboran sebanyak 311 sumur eksplorasi maupun produksi pada 2018, sebanyak 38% sumur berada di Blok Mahakam.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup