Sri Mulyani Paparkan Ringkasan Kondisi Makro dan Kinerja APBN Mei 2019

Pada Mei 2019, aktivitas perekonomian dinilai masih berjalan cukup baik yang antara lain ditunjukkan oleh meningkatnya PMI Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), serta Indeks Tendensi Bisnis (ITB).
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 21 Juni 2019  |  16:10 WIB
Sri Mulyani Paparkan Ringkasan Kondisi Makro dan Kinerja APBN Mei 2019
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan konferensi pers APBN KiTa di kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (16/5/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merilis ringkasan kondisi makro dan kinerja Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Mei 2019.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut mengatakan bahwa aktivitas perekonomian dinilai masih cukup baik.

Hal ini ditunjukkan oleh PMI Indonesia pada Mei 2019, yang tercatat di posisi 51,6 atau meningkat dari bulan sebelumnya, yang sebesar 50,4. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei 2019 juga berada di level 128,2, sedikit meningkat dibanding IKK bulan sebelumnya yang sebesar 128,1.

Hal ini, lanjut dia, juga didukung oleh perkiraan Indeks Tendensi Bisnis (ITB) yang meningkat pada kuartal II/2019, yang mengindikasikan naiknya optimisme pelaku bisnis. Kondisi perekonomian yang positif disertai oleh siklus kegiatan bisnis yang dipengaruhi oleh momentum hari besar yang berdampak terhadap penerimaan negara.

"Secara umum, pelaksanaan APBN sampai 31 Mei 2019 masih cukup baik," ujar Sri Mulyani di sela-sela Acara Rilis APBN Kita Juni 2019, di gedung Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jumat (21/6/2019).

Di sisi penerimaan negara, ada pertumbuhan sebesar 6,2 persen per Mei 2019, lebih baik dibandingkan kenaikan hingga April 2019 yang sebesar 0,5 persen.

"Pertumbuhan penerimaan perpajakan sebesar 5,7 persen untuk Mei 2019, lebih baik dibanding pertumbuhan hingga April yang 4,7 persen. Jadi ada strong momentum," lanjutnya.

Sementara itu, pertumbuhan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat sebesar 8,6 persen, membaik dibandingkan per April 2019 yang pertumbuhannya melambat 14,8 persen.

Adapun untuk belanja negara, penyerapannya meningkat 9,8 persen atau lebih tinggi dari tahun periode yang sama tahun sebelumnya, yang menyentuh 7,9 persen. Capaian ini juga lebih baik dibanding pertumbuhan hingga April 2019, yang sebesar 8,4 persen.

Sementara itu, realisasi defisit APBN sebesar 0,79 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan keseimbangan primer negatif Rp0,4 triliun.

"Posisi utang masih pada level aman di bawah 30 persen, yakni 29,72 persen dari PDB," sebut Sri Mulyani.

Dengan kondisi tersebut, perekonomian pada dua kuartal terakhir 2019 diharapkan dapat lebih terjaga dan membaik.

Terkait upaya meningkatkan pemerataan kesejahteraan masyarakat, realisasinya tercermin dalam bantuan sosial.

"Ini terlihat dari realisasi Program Keluarga Harapan (PKH) yang sampai Mei 2019, telah mencapai Rp19 triliun atau lebih tinggi dari realisasi selama 2018, yang senilai Rp17 triliun. Meskipun di PKH 2019, jumlah penerimanya juga dinaikkan," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
apbn

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup