Gandeng Sumitomo, Anak Usaha Lippo Group Perkuat Lini Usaha Logistik

Langkah pertama PT Reka Cakrabuana Logistik melakukan rebranding dari Red Carpet Logistic menjadi Qrim Express. Selain itu, perusahaan yang sebelumnya menyasar segmen business to customer (B2C) mulai mengembangkan customer to customer (C2C).
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 15 Juni 2019  |  01:25 WIB
Gandeng Sumitomo, Anak Usaha Lippo Group Perkuat Lini Usaha Logistik
CEO PT Reka Cakrabuana Logistik (Qrim Express) Abdul Rahim Tahir (tengah) bersama CSO Tetsushi Kuroda (kiri) dan COO Widiatmoko (kanan) memberikan penjelasan saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Lippo Group menggandeng Sumitomo Corporation untuk memperkuat bisnis logistiknya. Melalui anak usahanya PT Reka Cakrabuana Logistik keduanya melakukan penetrasi lebih dalam ke sektor logistik end to end logistic solution.

Berdasarkan keterangan tertulisnya, langkah pertama PT Reka Cakrabuana Logistik melakukan rebranding dari Red Carpet Logistic menjadi Qrim Express. Selain itu, perusahaan yang sebelumnya menyasar segmen business to customer (B2C) mulai mengembangkan customer to customer (C2C).

Tetsushi Kuroda, Chief Strategy Officer Qrim Express di Jakarta, Kamis (13/6), menjelaskan bahwa Sumitomo investasi 40 persen saham di Reka Cakrabuana Logistik. Nantinya, dana yang diinvestasikan itu untuk mengembangkan bisnis C2C di Indonesia.

Menurutnya saat ini, untuk pasar logistik sebanyak 80 persen didominasi konsumen ritel. Oleh karena itu, langkah masuk ke sektor C2C ini untuk memperluas pangsa pasar.  Qrim Express juga akan memanfaatkan jejaring kekuatan dua koorporasi besar itu sebagai jejaring layanan.

Antara lain adalah memanfaatkan jejaring Bank BTPN yang sudah merger dengan Bank Sumitomo Mitsui pada awal tahun ini. Dengan modal agen BTPN Wow yang mencapai 400.000 outlet di seluruh Indonesia, nantinya Qrim Express bisa memanfaatkan sebagai ritel outlet untuk pengiriman.

Kata Tetsushi, Sumitomo sudah lakukan beragam bisnis secara global, di Jepang sendiri layanan mereka sudah memakai pendekatan hi-tech logistic service.  Ia optimis, bisnis Qrim Express akan berkembang.

“Kami akan kenalkan layanan hi tech logistic service seperti di Jepang di Indonesia,” kata Tetsushidalam rilisnya, Jumat (14/6/2019).

Chief Executive Oficer Qrim Express, Abdul Rahim Tahir, menambahkan, langkah bisnis strategis yang dilakukan perusahaan di tengah suasana optimisme industri logistik nasional.

Pada 2019, sektor logistik diprediksi tumbuh 11,56 persen menjadi Rp 889,4 triliun dan berkontribusi sebesar 5,55 persen pada GDP nasional.

Untuk pengembangan C2C, Qrim Express manargetkan 700 outlet atau service center yang akan selesai tahun ini dan 1.500 outlet hingga tahun depan. Sementara, saat ini perusahaan sudah memiliki 200 outlet. Selain itu, Qrim Express juga akan berkolaborasi dengan BTPN Wow yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai ritel outlet untuk pengiriman.

Ekpansi juga terus dilakukan dengan memperluas gudang yang ada di Pancoran dari 1.500 meter persegi menjadi 4.500 meter persegi. Menurut Tahir, nantinya gudang tersebut akan memiliki mesin sortir otomatis yang dapat menghandle 6.000 paket per jam. Untuk mendatangkan mesin tersebut, perusahaan menginvestasikan dana sebesar US$ 500 ribu hingga US$ 1 juta. “Oktober kita datangkan mesin itu,” ujar Tahir.

Saat ini, Qrim Express telah hadir di 156 kota di seluruh Indonesia yang diperkuat oleh 423 kurir dengan jumlah armada sebanyak 515 unit kendaraan. Pada September 2019 mendatang, pihaknya akan melakukan grand launching dan mengeluarkan aplikasi untuk konsumen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lippo group

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top