Demonstran Lumpuhkan Pusat Keuangan Hong Kong

Puluhan ribu pengunjuk rasa yang mengepung gedung Dewan Legislatif Hong Kong, memaksa pemerintah setempat untuk menunda debat putaran kedua terkait rancangan undang-undang ekstradisi yang memungkinkan proses hukum dilakukan di mainland China.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 12 Juni 2019  |  17:36 WIB
Demonstran Lumpuhkan Pusat Keuangan Hong Kong
Ketegangan kembali memuncak di Hong Kong ketika ratusan pengunjuk rasa mengepung gedung parlemen beberapa jam sebelum anggota parlemen memperdebatkan RUU untuk memungkinkan ekstradisi warga Hong Kong ke China, 12 Juni 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Puluhan ribu pengunjuk rasa yang mengepung gedung Dewan Legislatif Hong Kong, memaksa pemerintah setempat untuk menunda debat putaran kedua terkait rancangan undang-undang ekstradisi yang memungkinkan proses hukum dilakukan di mainland China.

Para pengunjuk rasa memenuhi jalan-jalan utama di bagian timur dan barat gedung kantor Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam, di mana ratusan polisi anti huru hara ditempatkan untuk menghadang mereka bergerak maju mendekati gedung.

"Kami tidak akan pergi sampai mereka menghapus kebijakan tersebut. Carrie Lam telah meremehkan kita. Kami tidak akan membiarkan dia lolos begitu saja," kata seorang pria muda mengenakan topeng dan sarung tangan hitam, seperti dikutip melalui Reuters, Rabu (12/6/2019).

Lam telah bersumpah untuk terus maju dengan RUU tersebut meskipun dampaknya memicu kekhawatiran mendalam di pusat keuangan Asia, termasuk di antara para pelaku bisnis yang berpendapat bahwa hal ini dapat merusak kebebasan dan kepercayaan investor, serta menggerus keunggulan kompetitif Hong Kong.

Penentangan RUU tersebut dimulai sejak akhir pekan lalu, memicu demonstrasi politik terbesar Hong Kong sejak penyerahannya dari Inggris ke pemerintah China pada 1997 di bawah kesepakatan yang menjamin otonomi khusus.

Pemerintah mengatakan debat RUU yang akan berlangsung di Dewan Legislatif dengan 70 anggota dewan akan ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut. Sebagai informasi, badan legislatif Hong Kong dikendalikan oleh mayoritas pro-Beijing.

Kegiatan unjuk rasa ini berlangsung di lokasi yang sangat berdekatan dengan pusat keuangan Hong Kong di mana sejumlah perusahaan finansial terkemuka beroperasi, termasuk HSBC.

Media Hong Kong melaporkan, HSBC dan Standard Chartered, hingga firma akuntansi Big Four, telah sepakat untuk melakukan pengaturan jam kerja yang fleksibel bagi para staf pada hari ini.

Standard Chartered dan Bank of East Asia menghentikan sementara operasi di beberapa kantor cabang di daerah tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, hong kong, bursa hong kong

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top