Laporan dari AS : Corteva Agriscience Bangun Kantor Pusat Baru di Singapura

Corteva Agriscience secara resmi membuka kantor pusat Asia Pasific di Singapura. Adapun, investasi ini termasuk pendirian pusat analisis global dan laboratorium research and development(R&D) baru.
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 09 Juni 2019  |  16:32 WIB
Laporan dari AS : Corteva Agriscience Bangun Kantor Pusat Baru di Singapura
Saham Corteva, Inc (NYSE: CTVA) resmi diperdagangkan di bursa saham New York Stock Exchange pada Senin (3/6) waktu setempat - Bisnis/Riendy Astria

Bisnis.com, NEW YORK — Corteva Agriscience secara resmi membuka kantor pusat Asia Pasific di Singapura. Adapun, investasi ini termasuk pendirian pusat analisis global dan laboratorium research and development(R&D) baru.

“Kami berkomitmen menggunakan pendekatan inovatif baru untuk membuat rantai pertanian lebih produktif dan berkelanjutan. Kami akan meningkatkan kemampuan R&D kami, serta membangun kemampuan digital untuk mengamankan masa depan pangan di Asia Pasifik melalui lokasi strategis kami di Singapura," kata Presiden Asia Pasific Corteva Agriscience Peter Ford di New York, pekan lalu.

Bersamaan dengan pembukaan kantor pusat Asia Pasifik, Corteva Agriscience mengumumkan kolaborasi antara Global Analytics Center of Excellence (ACE) dengan platform pertanian berkelanjutan Asia Tenggara (SEA), Grow Asia.

Corteva Agriscience akan berkolaborasi dengan Grow Asia untuk secara aktif bekerja sama dengan start up Ag-Tech dan pemain kunci lainnya dalam ekosistem pertanian untuk mengeksplorasi inisiatif strategis yang menangani kebutuhan petani kecil di seluruh Asia Tenggara.

ACE akan membantu mengatasi beberapa tantangan dalam pertanian melalui data dan analisis. “Pusat ini akan mengeksplorasi penggabungan data yang disimulasikan, yang dimungkinkan oleh kekuatan cloud, untuk mengembangkan kemampuan prediksi cuaca, penyakit, dan ancaman hama yang berdampak pada pertanian.”

Presiden Asia Pasific Corteva Agriscience Peter Ford

Pusat data menggunakan teknologi blockchain dan Internet of Things (IoT) untuk membantu para petani dan pemasok makanan dalam memenuhi permintaan konsumer.

Ford mengatakan bahwa Singapura akan mendapat manfaat dari produk-produk berkualitas tinggi yang diimpor dari negara-negara Asia Tenggara dan peningkatan akses ke metode pertanian Corteva.

Sebagai informasi, saham Corteva, Inc (NYSE: CTVA) resmi diperdagangkan di bursa saham New York Stock Exchange pada Senin (3/6) waktu setempat.

Corteva Agriscience resmi menjadi perusahaan mandiri setelah memisahkan diri dari DowDupont pada 1 Juni 2019. Adapun, DowDupont merupakan perusahaan hasil merger dari Dow Chemical Co. dan Dupont Inc. Corteva berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui dua bisnis utama, yakni pengembangan benih dan perlindungan hasil panen.

Hingga saat ini, Corteva Agriscience hadir di 140 negara. Pada akhir 2018, Corteva mencatatkan penjualan hingga US$14 miliar. Corteva memiliki lebih dari 150 fasilitas penelitian dan pengembangan, serta lebih dari 65 bahan baku aktif.

Corteva berkantor pusat di Wilmington, Delaware dengan pusat bisnis global di Johnston, Iowa dan Indianapolis (Indiana) dan lima kantor regional di Calgary (Kanada), Johannesburg (Afrika Selatan), Jenewa (Swiss), Singapura dan Alphaville, (Brasil).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Aksi Korporasi, ketahanan pangan, produksi beras

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top