Perang Dagang: Perjuangan Tiada Akhir China Lawan AS

Negeri Tirai Bambu, China, akan berjuang sampai akhir jika Amerika Serikat (AS) terus bersikukuh memperuncing situasi perang dagang.
Juli Etha Ramaida Manalu | 06 Juni 2019 15:24 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Presiden China Xi Jinping (kiri) saat kunjungan ke Beijing, China, Kamis (9/11/2017). - Reuters/Damir Sagolj

Bisnis.com, JAKARTA - Negeri Tirai Bambu, China, akan berjuang sampai akhir jika Amerika Serikat (AS) terus bersikukuh memperuncing situasi perang dagang.

Hal ini disampaikan Kementerian Perdagangan China pada Kamis (6/6/2019) seiring dengan penegasan yang dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump untuk memungut tarif tambahan atas barang-barang dari China senilai US$300 juta.

Seperti diketahui, AS baru-baru ini mengeluarkan senjata pamungkasnya dengan memutuskan untuk menerapkan tarif tambahan atas impor sejumlah barang dari China. Hal ini pun menyebabkan kemunduran serius atas negosiasi perdagangan.

Menteri Perdagangan China Gao Feng, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (6/6/2019) menyebutkan arah diskusi kedua belah pihak ke depan akan bergantung pada sikap AS.

Gao pun mengatakan China akan mengambil sejumlah tindakan yang dianggap perlu jika AS secara sepihak memutuskan untuk memperuncing suasana perang dagang yang tercipta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, amerika serikat, perang dagang AS vs China

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top