JELAJAH JAWA-BALI 2019: Ini Tiga Faktor Penentu Kelancaran Arus Mudik

Kesiapan jalur mudik tahun 2019 secara umum lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali - Bisnis.com 06 Juni 2019  |  12:17 WIB
JELAJAH JAWA-BALI 2019: Ini Tiga Faktor Penentu Kelancaran Arus Mudik
Kendaraan pemudik melintas di jalan tol Jombang-Mojokerto (Jomo) Tembelang, Jombang, Jawa Timur, Senin (3/6/2019). - ANTARA/Syaiful Arif

Bisnis.com, DENPASAR—Pemerintah memastikan agar mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan dengan lancar.

Menteri Pekerjaan Umum dan  Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan secara umum terdapat tiga aspek yang menjadi kunci lancarnya perjalanan mudik.

Pertama yaitu peran dari prasarana pembangunan infrastruktur penunjang untuk proses perjalanan mudik. Kemudian manajemen dari arus mudik yang dinilai sudah cukup baik. Selanjutnya, membaiknya perilaku dari pengguna prasarana mudik.

“Tidak hanya infrastruktur, kalau untuk transportasi lancar itu tiga hal, prasarana, manajemen dan perilaku penggunanya, tiga-tiganya dikelola dengan baik,” katanya.

Menteri Basuki mengatakan secara umum kesiapan jalur mudik pada 2019 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pada saat mudik, Kementerian Perhubungan sebagai Koordinator dan Korlantas sebagai penanggung jawab di lapangan, saya berada dibelakang untuk mensupport dan saya ikuti terus perkembangannya. Pihak Kepolisian menyatakan infrastruktur yang lebih baik tahun ini dibandingkan tahun lalu memudahkan dalam melakukan rekayasa lalu lintas,” jelas Menteri Basuki.

Senada, Peneliti Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) sekaligus Pengamat Transportasi Universitas Katolik Soegijapranata Djoko Setijowarno, mengatakan arus mudik kali ini memang lebih lancar, bahkan sudah terlihat dari tahun lalu.

Salah satunya, dapat dilihat dari menurunnya angka kecelakaan lalu lintas, sehingga dapat diartikan semakin meningkatnya kesadaran berlalu lintas, ketersediaan infrastruktur yang makin membaik dan penetapan sejumlah strategi manajemenbrekayasa lalu lintas yang diterapkan.

“Dapat dikatakan tahun ini lebih nyaman ketimbang tahun lalu. Juga ternasuk kesiapan jalan nasional, provinsi dan kabupaten/kota yang semakin membaik yang dilengkapi rambu, marka, dan penerangan jalan umum,” katanya.

Djoko memaparkan Tol Trans Jawa sudah terhubung dari Merak hingga Probolinggo dan bercabang hingga Malang. Meskipun Tol Trans Sumatera belum terhubung penuh, namun sudah dapat digunakan hingga Palembang dari Bakauheni, sudah dapat membantu pemudik ke Palembang yang tidak mampu beli tiket pesawat dari Jakarta ke Palembang.

Sementara, waktu tempuh hingga ke Solo dan sekitarnya, pada 2017 minimal 30 jam. Sejak 2018 sudah bisa ditempuh 10 jam. Untuk kondisi normal hanya sekitar 7 jam menggunakan Tol Trans Jawa.

 

Tim Jelajah Jawa-Bali 2019 (Yustinus Andri, Muhammad Ridwan, Andi M. Arief, Maria Elena, Reni Lestari)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mudik Lebaran

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top