Menjajal Tol Trans Sumatra Saat Mudik, Berapa Waktu Tempuhnya?

Tol Trans Sumatra yang membentang dari Bakauheni (Lampung) hingga Kayu Agung (Sumatra Selatan) telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada April lalu.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 02 Juni 2019  |  21:07 WIB
Menjajal Tol Trans Sumatra Saat Mudik, Berapa Waktu Tempuhnya?
Salah satu rest area di jalan tol Trans Sumatra di Lampung. - Bisnis.Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, BANDAR LAMPUNG – Tol Trans Sumatra yang membentang dari Bakauheni (Lampung) hingga Kayu Agung (Sumatra Selatan) telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada April lalu. Adanya jalan bebas hambatan ini diperkirakan dapat memangkas setengah kali waktu biasa.

Sebelum adanya tol, biasanya masyarakat yang menuju Palembang dari Lampung memakan waktu 10 – 12 jam. Tol ini diyakini bisa mempersingkat waktu 5 hingga 7 jam.

Bisnis.com mencoba melewati ruas Bakauheni–Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung pada H-3 Lebaran yang memiliki total panjang 358,7 km.

Tol Bakauheni – Terbanggi Besar di Provinsi Lampung memiliki panjang 140,7 km. Ini mengukuhkannya sebagai tol terpanjang di Indonesia. Rekor ruas tol terpanjang sebelumnya dipegang oleh Cikopo-Palimanan sepanjang 116,75 km.

Perjalanan di mulai pada 04.40 WIB. Jumlah kendaraan yang melintasi tidak terlalu banyak. Saat memacu mobil, kecepatan bisa mencapai 120 km per jam.

Saat melakukan penyeberangan dari Merak, Banten, juga terpantau sepi. Tidak banyak kendaraan mengantre. Waktu tunggu untuk menaiki kapal feri kurang dari setengah jam.

Lengangnya Pelabuhan Merak dipengaruhi oleh libur panjang yang cukup panjang karena bisa melebihi 10 hari. Ini membuat terpecahnya waktu mudik masyarakat antara Rabu (29/5/2019) sampai Jumat (31/5/2019).

Kembali ke Trans Sumatra, kondisi jalan telah teraspal tapi masih ada gelombang. Kondisi tersebut paling parah ada di KM 250. Selama 3 km pengendara harus menurunkan kecepatan mobil untuk melewati jalan tersebut.

Sementara itu di rest area belum ada bangunan permanen. Semuanya mendirikan tenda. Mulai dari posko polisi, kesehatan, jajanan, hingga pom bensin.

Sebelumnya Kementerian Perhubungan siap berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana rest area Tol Trans Sumatra.

“Keseluruhannya memang perlu evaluasi. Ya seperti rest area ini kan harus dilengkapi dan diperbaiki dengan suatu yang permanen, seperti warungnya, pos kesehatannya, pom bensinnya tentu ini akan menjadi permanen dan nanti SPBU akan ada di sini,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau rest area di KM 116 di Tol Trans Sumatra, Lampung Tengah, melalui keterangan pers, Sabtu. (1/6/2019).

Budi mengatakan bahwa jalan tol merupakan investasi jangka panjang untuk pemerintah maupun masyarakat. Perlu ada pula dukungan dari pemerintah daerah membangun kawasan sekitar jalan tol.

Dengan adanya konektivitas, diharapkan daerah yang terlalui bisa terbangun menjadi kawasan industri, pariwisata dan sebagainya. Menteri Budi melihat kawasan Lampung memiliki potensi yang bisa dikembangkan.

“Oleh karenanya kita mengharapkan Pemda tingkat I dan tingkat II proaktif merespon prasarana yang sudah ada dengan menciptakan kegiatan-kegiatan yang produktif," jelas Menhub Budi.

Pengendara juga sebaiknya disarankan mengisi penuh bahan bakar saat di Jakarta. Di ruas Trans Sumatra, pengisian bensin dibatasi. Salah satu rest area yang dikunjungi mematok maksimal hanya boleh diisi Rp100.000.

Bisnis.com mengakhiri ruas pada 11.15 WIB. Di perjalanan sempat beristirahat selama sejam. Jadi total perjalanan efektif melewati tol terpanjang ini sekitar 5 jam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol, tol sumatra

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top