JELAJAH JAWA BALI 2019 : PLTU Paiton Pastikan Produksi Listrik Aman Selama Lebaran

Pembangkitan Jawa Bali Paiton Unit 9 memastikan keandalan listrik selama periode libur lebaran dengan kapasitas produksi sebesar 645 MW.
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali - Bisnis.com 02 Juni 2019  |  20:16 WIB
JELAJAH JAWA BALI 2019 : PLTU Paiton Pastikan Produksi Listrik Aman Selama Lebaran
PLTU Paiton pastikan produksi listrik aman selama Lebaran - Bisnis/Tim Jelajah Lebaran Jawa/Bali 2019

Bisnis.com, PROBOLINGGO -- Pembangkitan Jawa Bali Paiton Unit 9 memastikan keandalan listrik selama periode libur lebaran dengan kapasitas produksi sebesar 645 MW.

Manager Operasi PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Paiton Unit 9 Dwi Widodo mengatakan 
pihaknya melakukan piket siaga lebaran dari H-7 lebaran atau 29 Mei 2019 hingga H+8 atau 9 Juni 2019. Posko siaga ini memastikan kerja pembangkitan tetap berjalan dengan normal meskipun periode lebaran.

Menurut Dwi selama periode lebaran produksi pembangkitan mengikuti permintaan Unit Induk Pusat Pengatur Beban (UIP2B) Gandul. Misalnya pada H-4 lebaran atau 1 Juni 2019, produksi listrik pembangkitan paiton unit 9 sempat mencapai 589 MW per hour (MWh). Namun, pada H-3 lebaran atau 2 Juni 2019 produksi kembali mencapai kapasitas penuh yakni 645 MW.

Berdasarkan rencana UIP2B Gandul, pembangkit paiton direncanakan menjadi cadangan panas atau melakukan reserve shutdown pada hari lebaran atau 5 Juni 2019 hingga H+3 lebaran atau 8 Juni 2019. Diprediksi, pada periode tersebut konsumsi listrik akan semakin menurun dan beberapa pembangkit akan dioperasikan sebagai cadangan panas mengikuti kebutuhan masyarakat.

"Kita persiapan operasi kembali tanggal 8 siang, tetapi rencana menjadi cadangan itu juga belum tentu mengikuti kondisi jika nantinya pembangkit lain mengalami gangguan," kata Dwi kepada Tim Jelajah Jawa Bali di PLTU Paiton Unit 9, Minggu (2/5/2019).

Beban puncak kelistrikan sistem Jawa-Bali selama lebaran 2019 mengalami penurunan sebesar 62 persen atau sekitar 10.637 MW dibanding kemampuan pasokan daya mampu. Sementara jika dibandingkan dengan hari normal, beban puncak mengalami penurunan sekitar 37 persen atau dari 27.000 MW menjadi 17.179 MW. Daya mampu kelistrikan sistem Jawa-Bali yakni sebesar 34.716 MW.

Beban puncak pada pagi hari diprediksi akan lebih rendah lagi selama Lebaran 2019 yakni menjadi 12.100 MW. Penurunan beban puncak akan mulai terjadi pada 29 Mei 2019 atau hari libur pertama dan beranjut konsumsi terendah pada 5 Juni 2019.

Adapun kelistrikan sistem Jawa-Bali memiliki kemampuan pasokan daya mampu netto 34.716 MW dan daya mampu pasok 27.817 MW. Selama lebaran 2019, perkiraan beban puncak akan menjadi 17.179 MW, cadangan operasi 10.637 MW, dan reserve margin 62 persen.

Secara nasional, beban puncak kelistrikan selama lebaran 2019 juga mengalami penurunan sekitar 35 persen.

Menurut Dwi walaupun kebutuhan listrik masyarakat pada periode lebaran rendah pihaknya tetap harus menjaga produksi pembangkitan sebab sewaktu-waktu bisa terjadi peningkatan permintaan konsumsi. Seperti lebaran tahun lalu, pembangkit tetap siaga walaupun menjadi cadangan selama empat hari lamanya.

"Momen Idulfitri konsumsi listrik pasti rendah tetapi kita harus tetap jaga kapasitas produksi," kata Dwi.

Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara mengatakan Unit Pembangkitan (UP) yang dimiliki PT PJB yang berada di Jawa Timur adalah UP Paiton, UP Gresik, dan UP Brantas. Semuanya adalah tumpuan dalam memasok listrik berkualitas untuk Pulau Jawa dan Bali.

Menurut Iwan, seluruh Unit Pembangkit PT PJB yang tersebar di Indonesia saat ini sudah siap untuk menghasilkan listrik berkualitas yang akan dikonsumsi masyarakat. PT PJB juga memastikan akan selalu ada petugas yang stand by di Unit Pembangkit pada pra Idulfitri, saat Idulfitri, serta pasca-Idulfitri sehingga ketika terjadi gangguan, akan dapat diatasi dengan cepat dan cermat.

Menurut Iwan semua Unit Pembangkit milik PT Pembangkitan Jawa-Bali juga mengadakan Posko Siaga Lebaran. Posko Siaga ini akan selalu ada karyawan PJB yang berjaga selama 7x24 jam dalam seminggu.

"Tidak saja di Unit Pembangkit, di Kantor Pusat di Surabaya kami pun mengadakan Posko Siaga Lebaran, apalagi di Kantor Pusat kami ada teknologi terbaru bernama I Core, sehingga data pembangkit akan real time," kata Iwan.

Tim Jelajah Jawa-Bali 2019 (Rayful Mudassir, Aziz Rahardyan, Mutiara Nabila, Wibi Pangestu Pratama, Ni Putu Eka Wiratmini)

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jelajah Jawa-Bali

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup