JELAJAH JAWA BALI 2019 : Stockpile Batu Bara PLTU Paiton Unit 9 Cukup Untuk 19 Hari

Ketersediaan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap Paiton Unit 9 dipastikan aman untuk produksi listrik hingga 19 hari. Stockpile atau persediaan batu bara tercatat mencapai 167.534 metric ton.
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali | 02 Juni 2019 19:59 WIB
Suasana Kompleks PLTU Paiton di Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (22/3/2019). - ANTARA/Widodo S Jusuf

Bisnis.com, PROBOLINGGO -- Ketersediaan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap Paiton Unit 9 dipastikan aman untuk produksi listrik hingga 19 hari. Stockpile atau persediaan batu bara tercatat mencapai 167.534 metric ton.

Menurut Manager Operasi PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Paiton Unit 9 Dwi Widodo kebutuhan batu bara mencapai 9.000 metric ton (MT) per hari. Dengan kondisi stockpile mencapai 165.534 MT, persediaan batu bara dipastikan mencukupi kebutuhan produksi selama 18 hingga 19 hari.

PLTU Paiton Unit 9 beroperasi dengan batu bara kalori rendah yakni 3.900 kilokalori sampai 4.200 kilokalori.

"Persediaan batu bara kita pastikan aman," kata Dwi kepada Tim Jelajah Jawa Bali 2019, Minggu (2/6/2019).

Menurut Dwi selama periode lebaran, produksi pembangkitan mengikuti permintaan Unit Induk Pusat Pengatur Beban (UIP2B) Gandul.  Misalnya pada H-4 Lebaran atau 1 Juni 2019, produksi listrik pembangkitan paiton unit 9 sempat mencapai 589 MW per hour (MWh). Namun, pada H-3 Lebaran atau 2 Juni 2019 produksi kembali mencapai kapasitas penuh yakni 645 MW.

Berdasarkan rencana UIP2B Gandul, pembangkit Paiton direncanakan menjadi cadangan panas atau melakukan reserve shutdown pada hari Lebaran atau 5 Juni 2019 hingga H+3 lebaran atau 8 Juni 2019. Diprediksi, pada periode tersebut konsumsi listrik akan semakin menurun dan beberapa pembangkit akan dioperasikan sebagai cadangan panas mengikuti kebutuhan masyarakat.

"Kita persiapan operasi kembali tanggal 8 siang, tetapi rencana menjadi cadangan itu juga belum tentu mengikuti kondisi jika nantinya pembangkit lain mengalami gangguan," kata Dwi.

Beban puncak kelistrikan sistem Jawa-Bali selama lebaran 2019 mengalami penurunan sebesar 62 persen atau sekitar 10.637 MW dibanding kemampuan pasokan daya mampu. Sementara jika dibandingkan dengan hari normal, beban puncak mengalami penurunan sekitar 37 persen atau dari 27.000 MW menjadi 17.179 MW. Daya mampu kelistrikan sistem Jawa-Bali yakni sebesar 34.716 MW.

Beban puncak pada pagi hari diprediksi akan lebih rendah lagi selama Lebaran 2019 yakni menjadi 12.100 MW. Penurunan beban puncak akan mulai terjadi pada 29 Mei 2019 atau hari libur pertama dan berlanjut konsumsi terendah pada 5 Juni 2019.

Adapun kelistrikan sistem Jawa-Bali memiliki kemampuan pasokan daya mampu netto 34.716 MW dan daya mampu pasok 27.817 MW. Selama lebaran 2019, perkiraan beban puncak akan menjadi 17.179 MW, cadangan operasi 10.637 MW, dan reserve margin 62 persen.

Secara nasional, beban puncak kelistrikan selama lebaran 2019 juga mengalami penurunan sekitar 35 persen.


Tim Jelajah Jawa-Bali 2019 (Rayful Mudassir, Aziz Rahardyan, Mutiara Nabila, Wibi Pangestu Pratama, Ni Putu Eka Wiratmini)

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jelajah Jawa-Bali

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top