Pemudik Motor Keluhkan Penerangan Hingga Kontur Jalan di Pantura

Sejumlah pemudik motor yang melewati jalur pantai utara (pantura) mengeluhkan minimnya penerangan di lokasi tersebut saat berkendara pada malam hari.
Pemudik Motor Keluhkan Penerangan Hingga Kontur Jalan di Pantura Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali | 31 Mei 2019 10:43 WIB
Pemudik Motor Keluhkan Penerangan Hingga Kontur Jalan di Pantura
Ilustrasi - Sejumlah pemudik motor terlihat melepas lelah di sebuah jembatan timbang milik Dinas Perhubungan Brebes. Para pemudik motor yang melewati jalur pantai utara (pantura) mengeluhkan minimnya penerangan di lokasi tersebut saat berkendara di malam hari. - Bisnis/Tim Jelajah Lebaran Jawa/Bali 2019

Bisnis.com, BREBES - Sejumlah pemudik motor yang melewati jalur pantai utara (pantura) mengeluhkan minimnya penerangan di lokasi tersebut saat berkendara pada malam hari.

Abdul Rohman, pemudik dari Jakarta menuju Semarang, mengaku tidak semua jalur dilengkapi dengan penerangan yang cukup. Lampu penerangan hanya terbatas di beberapa titik sehingga menyulitkan waktu berkendara di malam hari.

Dia yang berangkat dari Jakarta sejak Kamis (30/5/2019) pukul 21.00 WIB mengaku lebih berhati-hati saat melewati lokasi dengan penerangan yang minim.

"Kalau mudik malam penerangan yang kurang, sebagian ada yang terang sebagian ada yang kurang," katanya kepada Tim Jelajah Jawa Bali 2019, Jumat (31/5/2019) saat beristirahat di Rest Area Jembatan Timbang Dinas Perhubungan Brebes, Jawa Tengah.

Selain penerangan, beberapa jalan yang kurang rata juga menjadi keluhannya. Hal itu juga diuangkapkan pemudik motor lainnya yakni Ilham Septian Candra Purnama. Pemudik dari Jakarta menuju Solo ini mengaku beberapa kali menemukan jalan kurang rata terutama di jalur pantura daerah Cirebon.

Hanya saja, lampu penerangan menurutnya sudah lebih dari cukup. "Keluhan kami sih cuma jalan tidak rata saja, sisanya seperti lampu penerangan cukup," katanya.

Kementerian Perhubungan mengatakan sejak H-6 lebaran jumlah pemudik mengalami kenaikan. Kenaikan rata-rata akan dicapai sebesar 4% sampai 7% berdasarkan kondisi tahun-tahun sebelumnya.

Kenaikan ini didorong dengan bertambahnya sejumlah infrastruktur memadai seperti jalan tol dari Merak sampai Probolinggo. Pantauan Tim Jelajah Jawa-Bali 2019, jalur pantyra didominasi oleh pemudik motor dibanding kendaraan roda empat.

Berdasarkan data yang didapat Tim Jelajah Jawa Bali 2019, jumlah pemudik motor yang menuju Brebes melewati jalur pantura dari Kamis (29/5/2019) pukul 08.00 WIB sampai Jumat (30/5/2019) pukul 08.00 WIB mencapai 29.094 motor. Jumlah ini mencapai hampir 10 kali lipat pemudik mobil pribadi yang jumlahnya sebanyak 3.068 unit.

Tim Jelajah Jawa-Bali 2019: Rayful Mudassir, Aziz Rahardyan, Wibi Pangestu Pratama, Mutiara Nabila, Ni Putu Eka Wiratmini

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemudik motor, Jelajah Jawa-Bali, mudik lebaran 2019

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top