Kemenhub : Masih Ada 30% Bus Belum Lakukan Tes Ramp Check

Kementerian Perhubungan mengakui masih ada 30% bus yang belum dites kelaikannya melalui proses ramp check menjelang Angkutan Lebaran 2019 kali ini.
Rinaldi Mohammad Azka | 27 Mei 2019 11:04 WIB
Ilustrasi - Petugas Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendata hasil pemeriksaan setelah dilakukan ramp check keberangkatan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di terminal Tipe A Lhokseumawe, Aceh, Minggu (10/6). Inspeksi persyaratan teknis layak jalan kendaraan itu untuk mengurangi potensi terjadinya kecelakaan sekaligus memberikan pelayanan dan keamanan kepada pemudik. - ANTARA FOTO/Rahmad

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan mengakui masih ada 30% bus yang belum dites kelaikannya melalui proses ramp check menjelang Angkutan Lebaran 2019 kali ini.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan, salah satu cara menyiasati kekurangan waktu dalam melaksanakan rampcheck tersebut adalah melakukan pengetesan secara acak.


“Sebenarnya yang belum rampcheck itu sekitar 30%. Makanya kami lakukan secara random dan masing-masing operator itu harus melakukan self ramp check," terangnya, Minggu (26/5/2019).

Dia melakukan ramp check bus-bus yang akan digunakan pada angkutan Lebaran kali ini. Hasilnya didapatkan satu bus yang tidak laik, dan harus dikandangkan. Pihaknya akan meningkatkan pelayanan dari terminal ini tetapi kita juga harus disiplin melakukan ramp check.


"Secara kebetulan tadi saya melakukan rampcheck ada satu bus Primajasa tidak memenuhi syarat tertentu. Oleh karena itu, kami tidak bisa mengizinkan bus tersebut untuk melakukan perjalanan,” tegasnya.


Menurutnya, ramp check seperti ini memang kami sudah disosialisasikan di beberapa Provinsi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, dan Lampung.


Dia meminta hal tersebut tidak hanya dilakukan di Jakarta tetapi di semua tempat lakukan, sehingga tidak ada lagi bus-bus yang tidak lengkap. Pasalnya, rampcheck merupakan kualifikasi boleh tidaknya bus digunakan.


Terbukti ada PO tidak melakukan itu nyatanya ada kekurangan. "Makanya kami tegas, kami tidak perkenankan mereka, kami lihat secara random. Jika kami temui ada bus yang tidak laik di tiga titik, kami secara tertulis akan menegur,” ungkapnya.


Selain faktor kelaikan bus, di Terminal Kampung Rambutan Menhub juga mengecek terkait dengan tarif bus. Menurutnya, untuk tarif bus ekonomi masih dalam koridor tarif yang ditentukan.


“Tadi saya cek juga mengenai tarif. Tarif yang dikenakan masih memenuhi sesuai dengan ketentuan, bus menuju Solo itu ketentuannya untuk kelas ekonomi adalah Rp135.000, mereka menetapkan tarif masih sesuai. Sementara itu untuk yang kelas premium, mereka bisa menetapkan sendiri [diserahkan mekanisme pasar],” jelasnya.


Dia mengatakan, dengan adanya kenaikan tarif pesawat, terjadi peningkatan jumlah penumpang bus tetapi tidak begitu signifikan. “Ada pengaruh kenaikan tiket pesawat dengan kenaikan jumlah pemudik dengan bus, tapi tidak signifikan. Mungkin 5%--10%,” ucap Budi Karya.


Dalam tinjauannya bersama Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek di terminal Kampung Rambutan, Menhub meninjau posko kesehatan. Posko tersebut digunakan untuk mengecek kesehatan baik penumpang maupun awak pengemudi.


Nina mengimbau untuk warga yang dalam kondisi khusus seperti wanita hamil untuk memikirkan ulang jika ingin mudik lebaran.


“Saya mengimbau untuk wanita hamil dengan masa kehamilan 7 bulan ke atas jangan dulu mudik. Karena kita kan tidak menyediakan perawat di moda transpotasi seperti bus, kereta api, pesawat, kapal,” imbau Nina. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Budi Karya Sumadi, otobus, ramp check, mudik lebaran 2019

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top