Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Realisasi Investasi Terganggu Aksi 22 Mei

Kerusuhan di Jakarta pada 22 Mei 2019 pascapengumuman hasil Pemilu 2019 akan berdampak terhadap realisasi investasi pada kuartal kedua dan ketiga.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 27 Mei 2019  |  06:11 WIB
Suasana aktivitas jual beli di lapak pedagang kaki lima kawasan Tanah Abang, Jakarta, Kamis (23/5/2019). Aktivitas niaga di kawasan Tanah Abang kembali aktif pascakerusuhan Aksi 22 Mei. - ANTARA FOTO / Indrianto Eko Suwarso
Suasana aktivitas jual beli di lapak pedagang kaki lima kawasan Tanah Abang, Jakarta, Kamis (23/5/2019). Aktivitas niaga di kawasan Tanah Abang kembali aktif pascakerusuhan Aksi 22 Mei. - ANTARA FOTO / Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA - Kerusuhan di Jakarta pada 22 Mei 2019 pascapengumuman hasil Pemilu 2019 akan berdampak terhadap realisasi investasi pada kuartal kedua dan ketiga.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira menuturkan peristiwa ini akan sangat berpengaruh khususnya penanaman modal asing (PMA).

"Sebelumnya di kuartal I/2019, PMA sudah  minus 0,9% [yoy]. Kerusuhan kemarin menjadi indikasi adanya masalah konflik politik laten pasca pemilu," ungkap Bhima, Minggu (26/05/2019).

Seharusnya, pascapemilu kegiatan investasi akan kembali normal. Tetapi karena ada proses pelaporan kecurangan dari kubu yang kalah serta berlanjutnya demo dibeberapa daerah, dia menilai laju investasi akan sedikit terhambat.

Hal ini juga diperparah dengan kondisi ekonomi global yang tengah melambat. Menurutnya, investor khususnya di sektor ritel paling terpukul, karena  pusat perbelanjaan utama di Jakarta ikut terdampak. Bahkan, banyak ritel asing kena imbas. 

"Kepercayaan konsumen pun berpengaruh, seharusnya bisa berbelanja untuk persiapan Lebaran terpaksa menunda karena jalan di blokir, resiko keamanan dan sebagainya," ujar Bhima. 

Alhasil, konsumsi rumah tangga kemungkinan akan melambat, khususnya kelas menengah atas.  "FDI dan konsumsi kelas menengah atas sensitif risiko politik."

Dia juga melihat logistik dan manufaktur terkena dampaknya apabila terjadi demo yang berujung kerusuhan lagi ke depannya. Pasalnya, proses pengajuan bukti kecurangan dari kubu yang kalah masih harus diproses Mahkamah Konstitusi (MK).


 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Aksi 22 Mei
Editor : Tegar Arief
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top