Warga Binaan Lapas Jadi Incaran Kementerian Perindustrian

Warga binaan Lembaga Permasyarakatan menjadi incaran Kementerian Perindustrian. Mereka diincar untuk menjadi peserta bimbingan teknis tentang pembuatan kerajinan kayu.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 26 Mei 2019  |  01:35 WIB
Warga Binaan Lapas Jadi Incaran Kementerian Perindustrian
Aneka produk kerajinan dari bahan limbah akar kayu jati. - Bisnis/Ema Sukarelawanto

Bisnis.com, JAKARTA—Warga binaan Lembaga Permasyarakatan menjadi incaran Kementerian Perindustrian. Mereka diincar untuk menjadi peserta bimbingan teknis tentang pembuatan kerajinan kayu.

Hal itu dilakukan agar upaya menumbuhkan wirausaha baru khususnya di sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) semakin masif.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur Antara menyebut Industri Kecil Menengah (IKM) sebagai sektor mayoritas dari populasi industri di Indonesia berperan penting menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Kemenperin melalui Ditjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) bekerja sama dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta. Sinergi ini dapat menjadi jembatan untuk menumbuhkembangkan pelaku IKM.

Wujud dari kerja sama itu hadir melalui penyelenggaraan bimbingan teknis tentang pembuatan kerajinan kayu kepada warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA di Pontianak, Kalimantan Barat. Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan tersebut yang telah dilaksanakan selama enam hari pada 13 sampai 18 Mei lalu.

“Materi bimtek dari BBKB memang berbeda dari lembaga pelatihan atau perseorangan profesional pada umumnya, keunggulan bimtek dari BBKB adalah materi yang berbasis litbang,” kata Ngakan Timur Antara, dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/5/2019).

Ngakan berharap bimtek dapat menghasilkan inovasi produk kerajinan yang mampu berdaya saing. Salah seorang instruktur kegiatan bimtek pembuatan kerajinan kayu yang juga peneliti BBKB Edi Eskak mengatakan hasil litbang BBKB memang disiapkan agar bisa diterapkan oleh semua kalangan, termasuk bagi binaan.

“Dengan bekal keterampilan tersebut, nantinya warga binaan ketika kembali ke masyarakat dapat bekerja menjadi wirausaha mandiri maupun bekerja di perusahaan, karena juga mendapat sertifikat kelulusan bimtek dari Ditjen IKMA Kemenperin,” kata Edi.

Produk kerajinan nasioal berkontribusi pada ekspor nasional mencapai US$1,2 miliar sepanjang 2018. Jumlahnya meloncat empat kali lipat dari kinerja ekspor produk kerajinan nasional senilai US$300 juta pada 1999.

Negara tujuan utama ekspor produk kerajinan nasional, antara lain ke Amerika Serikat, Jepang, Belanda dan Inggris. Kemenperin menargetkan ekspor produk kerajinan Indonesia dapat meningkat hingga 9 persen pada tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ikm, produk kerajinan tangan

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top