Pemerintahan Baru Diharapkan Jaga Stabilitas Pangan

Pedagang pasar berharap pemerintahan baru dapat memastikan bahwa stabilitas pangan akan lebih baik.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh - Bisnis.com 22 Mei 2019  |  17:30 WIB
Pemerintahan Baru Diharapkan Jaga Stabilitas Pangan
Bawang putih impor - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pedagang pasar berharap pemerintahan baru dapat memastikan bahwa stabilitas pangan nasional akan lebih baik.

Abdullah Mansuri, Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menilai bahwa pada pemerintahaan saat ini persoalan pangan belum mendapatkan sentuhan yang baik.

"Jadi, kami berharap lima tahun ke depan [periode pemerintahan 2019-2014] persoalan pangan dapat diakomodir dengan baik," katanya kepada Bisnis, Selasa (21/5/2019).

Selain itu, Abdullah juga berharap agar pemerintah dapat menyediakan lahan yang luas untuk swasembada pangan khususnya bawang putih agar tidak terus menerus impor untuk salah satu komoditas hortikultura ini.

"Karena kalau terus menerus impor akan jadi kebiasaan, dan harganya akan sulit dikendalikan, jadi swasembada pangan menjadi salah satu yang kami rekomendasikan untuk pemerintahan yang baru," tandasnya.

Senada, Anton Muslim Arbi, Ketua Asosisasi Hortikultura Nasional, mengatakan pemerintah baru perlu mendorong agar swasembada pangan khusus komoditas hortikultura dapat dilakukan sebaik mungkin mengingat bahwa Indonesia merupakan negeri agraris yang tanahnya subur dan luas.

Dia menilai apabila komoditas hortikultura dapat dikembangkan dengan baik, maka kebutuan pasokan dalam negeri akan terpenuhi. "Selain itu, apabila produk hortikultura kita bagus dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri dan memiliki nilai ekspor, ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan memberikan sumbangan yang besar untuk devisa negara," katanya kepada Bisnis, Selasa (21/5/2019).

Mirisnya, menurut Anton meski potensi pengembangan komoditas hortikultura di Indonesia besar didukung dengan ketersediaan lahan yang luas, subur dan iklim yang mumpuni, namun kebutuhan produk hortikultura saat ini dipenuhi dengan impor. Contohnya, bawang putih.

"Saya kira sudah saatnya kita bersama-sama mengevaluasi ini, kenapa kita yang memiliki tanah yang luas, subur dan iklim yang bagus pasokan bawang putih dipenuhi dengan impor?," jelasnya.

Dia mengatakan pemerintahan baru juga perlu lebih mendorong upaya swasembada bawang putih yang ditargetkan dapat tercapai pada 2021.

Tak hanya bawang putih, Anton juga menilai bahwa komoditas hortikultura lainnya seperti buah-buahan perlu didorong juga produksinya baik dalam jangka pendek maupun menengah supaya dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri serta dapat diekspor guna meningkatkan devisa negara.

"Kalau kita bicara kedaulatan pangan, mari kita bersama-sama memacu semangat agar komoditas hortikultura kita ini dapat lebih maju dan berkembang," tandasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pangan

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup